JAKARTA, KOMPAS.com - Papua dinilai sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di Indonesia dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi.
Kekayaan biodiversitas tersebut dinilai perlu menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan agar tidak mengorbankan ekosistem yang bernilai penting bagi Indonesia maupun dunia.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andes Hamuraby Rozak, mengatakan Papua masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap melalui penelitian.
Baca juga: Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
"Ini merupakan karunia dan kita masih sangat jarang melakukan pengungkapan di Papua. Karena itu, kami memprediksi Papua menjadi salah satu pusat biodiversitas di Indonesia," ujar Andes dalam media gathering di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Temuan tersebut tertuang dalam laporan Status Keanekaragaman Hayati untuk Ekoregion Papua.
Laporan itu mencatat sedikitnya terdapat 7.994 spesies tumbuhan dan jamur makro di Papua. Sementara itu, jumlah fauna yang telah teridentifikasi mencapai 7.179 spesies, terdiri atas 703 jenis burung, 250 mamalia, 413 reptil, 151 amfibi, 444 ikan air tawar, serta 5.062 spesies serangga. Dari seluruh fauna tersebut, sedikitnya 577 spesies merupakan satwa endemik.
Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia (KI), Meizani Irmadhiany, mengatakan kekayaan biodiversitas Papua tidak hanya terdapat di kawasan daratan, tetapi juga mencakup ekosistem perairan tawar, pesisir, hingga laut.
Menurut dia, pengelolaan keanekaragaman hayati di Papua perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis ekoregion agar mampu menjaga keterkaitan antarekosistem sekaligus memperhatikan keberadaan masyarakat adat dan keragaman budaya setempat.
Meizani menambahkan, kawasan Coral Triangle di Papua, termasuk Raja Ampat, merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.
"Raja Ampat menjadi habitat sebagian besar terumbu karang di Indonesia. Ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan merupakan salah satu terumbu karang paling tangguh di dunia. Ini adalah warisan bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujarnya.
Meski memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, BRIN mengidentifikasi sejumlah ancaman terhadap ekosistem Papua.
Ancaman tersebut meliputi pembukaan jalan yang meningkatkan akses perburuan satwa liar, pemutihan terumbu karang, pencemaran wilayah pesisir, hingga deforestasi dan alih fungsi lahan untuk hutan tanaman industri (HTI), perkebunan kelapa sawit, maupun pertambangan.
Andes mengatakan laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam memitigasi berbagai risiko tersebut sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.
Menurut dia, ilmu pengetahuan perlu menjadi landasan dalam mencari keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Baca juga: Godzilla El Nino Berisiko Picu Karhutla, Ancam Iklim dan Keanekaragaman Hayati
"Sains berperan untuk memitigasi risiko tersebut. Keputusan akhirnya tentu merupakan kompromi antara sains dan kepentingan nasional agar kepentingan jangka pendek dan jangka panjang dapat berjalan seimbang, dengan harapan keanekaragaman hayati tetap terjaga," kata Andes.
Senada, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Inge Retnowati, menilai data biodiversitas Papua merupakan pijakan penting untuk memperkuat perlindungan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Menurut Inge, informasi ilmiah tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan agar tidak mengabaikan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati.
"Jangan sampai dorongan pembangunan membuat nilai keanekaragaman hayati dianggap tidak penting. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan," ujar Inge.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya