Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Dorong Akselerasi Hijau, Dompet Dhuafa Luncurkan Kebun Pangan Madaya di PTGL Sukabumi

Kompas.com, 30 Juli 2026, 21:35 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dompet Dhuafa meluncurkan Kebun Pangan Madaya, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, edukasi pertanian, serta peningkatan ekonomi keluarga. 

Program tersebut diresmikan di Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).

Kebun Pangan Madaya digagas untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah, area perkantoran, hingga kebun komunitas agar menjadi sumber pangan mandiri sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

General Manager Pengembangan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa Ali Bastoni mengatakan, PTGL yang berdiri di atas tanah wakaf dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi pendidikan, keagamaan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Siapkan Relawan Hadapi Bencana, DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan di Kalteng

PTGL memiliki berbagai fasilitas pendukung, mulai dari masjid yang saat ini dimanfaatkan sebagai ruang belajar para santri, asrama, hingga greenhouse.

“Ada asrama yang dalam tahap pembangunan tiga lantai. Ini dibangun dari kolaborasi dalam program Cash Wakaf Link Sukuk (CWLS),” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026). 

Selain itu, terdapat dua greenhouse yang masing-masing memiliki luas 1.000 meter persegi di sisi barat dan timur kawasan.

Ali mengatakan, seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas pesantren, mulai dari pendidikan, pengembangan sektor pangan, hingga penguatan amal usaha.

"Aktivitas kebun di sini terkait isu pangan, keuangan, dan amal usaha pesantren. Kami percaya ini akan memperkuat semangat sekaligus pengembangan kawasan Lido," ucapnya.

Ali menambahkan, Divisi Wakaf Dompet Dhuafa turut mendukung agenda percepatan pembangunan hijau melalui pengembangan konsep green wakaf.

"Semangat green wakaf akan kami perkuat melalui pemanfaatan panel surya yang terintegrasi dengan platform pemantauan karbon sehingga berpotensi mendukung perdagangan karbon. Karena berbasis wakaf, manfaatnya akan terus bergulir," jelasnya.

Sepanjang 2026, gerakan lingkungan hijau produktif yang digagas Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa melalui Program Kebun Sehat Masyarakat untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan telah menjangkau 10 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Papua.

Baca juga: Di IFESDC 2026, Dompet Dhuafa Paparkan Peran Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan

Program tersebut mencakup 13 kebun komunitas dan 247 kebun skala rumah tangga. Sebanyak 765 penerima manfaat dan 124 kader terlibat dalam program yang seluruhnya mendukung penyediaan pangan lokal untuk program pemberian makanan tambahan.

Saat ini, tantangan pelaksanaan program Kebun Pangan Madaya meliputi kepastian status lahan, komitmen pengelola, serta faktor lingkungan.

Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dan legalitas lahan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Pemerintah
Emisi NOx Indonesia Naik 50 Persen, Hotspot Polusi Tersebar hingga Kawasan Hilirisasi
Emisi NOx Indonesia Naik 50 Persen, Hotspot Polusi Tersebar hingga Kawasan Hilirisasi
LSM/Figur
Hilirisasi Mineral Dorong Ekonomi ke Daerah, tetapi Manfaatnya Belum Merata
Hilirisasi Mineral Dorong Ekonomi ke Daerah, tetapi Manfaatnya Belum Merata
Pemerintah
Adopsi AI Meningkat, Para CEO Pertimbangkan Pengurangan Tenaga Kerja
Adopsi AI Meningkat, Para CEO Pertimbangkan Pengurangan Tenaga Kerja
LSM/Figur
Studi Ungkap Garam Laut dari Pulau Lombok Terkontaminasi Mikroplastik
Studi Ungkap Garam Laut dari Pulau Lombok Terkontaminasi Mikroplastik
Pemerintah
Populasi Gajah Sumatera Tersisa 900-1.350 Ekor, Kemenhut Susun Strategi Konservasi
Populasi Gajah Sumatera Tersisa 900-1.350 Ekor, Kemenhut Susun Strategi Konservasi
Pemerintah
Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Meluas di TNBTS
Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Meluas di TNBTS
LSM/Figur
Tak Sekadar Bantu Ekonomi, TJSL PLN Dorong Nelayan Jaga Laut dan Buka Lapangan Kerja
Tak Sekadar Bantu Ekonomi, TJSL PLN Dorong Nelayan Jaga Laut dan Buka Lapangan Kerja
BUMN
Jejak 18 Tahun, Ketika Kebiasaan Sehat Menjadi Warisan bagi Generasi Indonesia
Jejak 18 Tahun, Ketika Kebiasaan Sehat Menjadi Warisan bagi Generasi Indonesia
Swasta
CKG Ungkap 1 dari 3 Pelajar di Indonesia Alami Anemia, Remaja Putra Juga Tinggi
CKG Ungkap 1 dari 3 Pelajar di Indonesia Alami Anemia, Remaja Putra Juga Tinggi
Pemerintah
Microsoft Manfaatkan Teknologi Bioakustik AI untuk Konservasi Paus
Microsoft Manfaatkan Teknologi Bioakustik AI untuk Konservasi Paus
Pemerintah
Kemenkes: Gejala Cemas dan Depresi Anak Meningkat Seiring Usia, Tertinggi di Jenjang SMA
Kemenkes: Gejala Cemas dan Depresi Anak Meningkat Seiring Usia, Tertinggi di Jenjang SMA
Pemerintah
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
LSM/Figur
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Pemerintah
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau