KOMPAS.com - Coca-Cola System di Indonesia bersama PT Global Retailindo Pratama meluncurkan inisiatif 'Recycle Me' untuk meningkatkan pengumpulan kemasan pasca konsumsi melalui penyediaan drop box botol PET di 20 gerai M Mart di Bali.
Inisiatif 'Recycle Me' merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung sistem pengelolaan kemasan yang lebih berkelanjutan.
Inisiatif 'Recycle Me' juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengumpulan dan daur ulang kemasan pasca konsumsi di Bali. Peluncuran program 'Recycle Me' dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi pengelolaan sampah yang efektif di Bali.
Baca juga: PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon
Kemasan yang terkumpul selanjutnya akan masuk ke rantai nilai daur ulang, sehingga bisa digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru. Inisiatif 'Recycle Me' mencerminkan kolaborasi yang melibatkan seluruh rantai nilai kemasan. Mulai dari pemilik merek, produsen, peritel, pelaku daur ulang, sampai konsumen.
Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho mengatakan, inisiatif 'Recycle Me' menjadi bagian dari upaya membantu mempercepat ekonomi sirkular untuk kemasan di Indonesia.
"Kami terus memperkuat sistem pengumpulan dan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang. Melalui ‘Recycle Me’, kami ingin membuat pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen, sekaligus memastikan bahwa botol yang terkumpul dapat memiliki kehidupan kedua melalui proses daur ulang," ujar Dhedy dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Ia mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra ritel dalam memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengumpulan kemasan dan edukasi daur ulang. Ia juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dan mitra Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dalam pengelolaan kemasan pasca konsumsi.
Sejak tahun 2023, kata dia, Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan.
Peritel memiliki peran penting dalam inisiatif 'Recycle Me'. Dengan jaringan gerai yang terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari konsumen, M Mart menjadi penghubung antara konsumen dengan sistem pengumpulan kemasan pasca konsumsi.
Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin mengatakan, kehadiran drop box di lokasi yang mudah dijangkau diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih aktif mengembalikan kemasan yang telah digunakan.
Baca juga: Daur Ulang Fasilitas Produksi Energi Fosil Bisa Tekan Biaya Kerusakan Alam
"Melalui inisiatif ‘Recycle Me’, kami berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi sekaligus mengajak konsumen menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” tutur Khaerudin.
Ekonomi sirkular di Bali
Inisiatif ‘Recycle Me’ didukung oleh mitra di sepanjang rantai nilai daur ulang untuk membantu kemasan yang terkumpul dapat diproses dan didaur ulang kembali menjadi bahan baku kemasan baru.
Material tersebut kemudian diproses oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang yang didirikan melalui joint venture antara CCEP Indonesia dan Dynapack Asia, yang memproduksi recycled PET (rPET) food-grade.
Menurut Dhedy, membangun ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Mulai dari desain dan produksi kemasan, pengumpulan pasca konsumsi, sampai proses daur ulang dan penggunaan kembali.
"Melalui kemitraan di seluruh rantai nilai, kami ingin membantu menciptakan sistem di mana kemasan tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanfaatkan,” ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya