Pohon pun terpaksa beroperasi mendekati batas kemampuan maksimalnya tanpa bisa memperkuat pertahanan diri dari kerusakan saluran air tersebut.
Para peneliti juga menemukan pola yang berbeda pada penyerapan dan penyimpanan karbon. Kemampuan fotosintesis menurun selama kekeringan, terutama karena pori-pori daun menutup untuk menghemat air.
Meski begitu, cadangan karbohidrat di dalam tubuh pohon tetap stabil. Artinya, penurunan penyerapan karbon tidak lantas membuat cadangan makanan pohon langsung habis selama kemarau panjang.
Baca juga: Kelestarian Hutan Tropis Bergantung pada Aktivitas Mamalia Besar
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehabisan cadangan makanan bukanlah ancaman utama bagi pohon saat dilanda kekeringan panjang. Justru menyempitnya batas aman pengangkutan air yang menjadi ancaman paling berbahaya dan mendesak.
"Temuan kuncinya adalah bahwa mempertahankan kemampuan biologis tidak serta-merta membuat pohon lebih aman selama kekeringan," kata Ye Qing dari SCBG, penulis penanggung jawab studi ini.
"Pohon mungkin tetap bisa memanfaatkan masa-masa baik setelah hujan turun, tetapi tubuh mereka bekerja makin mendekati batas kemampuan penyerapan airnya saat kekeringan makin parah," paparnya lagi.
Menurut para peneliti, temuan ini mendobrak anggapan bahwa pohon-pohon di hutan akan beradaptasi secara signifikan dengan iklim yang lebih kering. Penelitian ini juga memberikan acuan penting untuk memperkirakan secara lebih akurat bagaimana merespons perubahan hutan di masa depan akibat kekeringan.
Secara lebih luas, temuan ini menyoroti bahwa makin sempitnya batas aman penyerapan air merupakan masalah utama bagi hutan yang menghadapi kekeringan panjang. Seiring kekeringan yang makin sering dan parah, menyadari keterbatasan pohon dalam beradaptasi menjadi sangat penting untuk memahami dan melindungi masa depan hutan dengan lebih baik.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya