Penulis
Para pakar dan Institute for Essential Services Reform (IESR) mengajukan sejumlah solusi teknis serta kebijakan strategis terkait persoalan dilema ini.
Prof. Agustino Zulys menekankan krusialnya penggunaan teknologi pendinginan hemat air serta pemanfaatan air daur ulang. IESR juga mendesak pemerintah untuk mewajibkan sistem pendingin tanpa air (waterless) atau sirkulasi tertutup (closed-loop) bagi seluruh data center di Indonesia agar tidak bersaing dengan sumber air minum dan irigasi pertanian.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait (Komdigi, ESDM, Lingkungan Hidup, PU, dan Kemenko Perekonomian) didesak segera menerbitkan aturan panduan keamanan nasional yang harus menetapkan ambang batas efisiensi energi serta standar efisiensi perangkat IT data center.
Data center diwajibkan memanfaatkan energi terbarukan langsung dari pembangkit di lokasi atau kontrak pembelian listrik terbarukan minimal 35 persen pada 2030 dan 50 persen pada 2040 guna menekan emisi karbon.
Setiap pembangunan data center wajib menyelesaikan penyusunan AMDAL dan analisis dampak sosial-lingkungan secara komprehensif dengan melibatkan masyarakat terdampak, termasuk para petani irigasi.
Selain itu, kajian dampak terhadap keandalan sistem kelistrikan dan risiko biaya jaringan harus dibuka secara transparan kepada publik.
Di sisi lain, kesadaran bahwa setiap kueri atau promot digital memiliki jejak lingkungan (ecological footprint) perlu dibangun agar kita menjadi pengguna yang lebih bijak.
Baca juga: Proyek Data Center AI Rp 3,5 Triliun Disetop, Dedi Mulyadi Sebut Konsultan Lalai
Bagaimanapun canggihnya inovasi AI yang dikembangkan, keberlanjutan sumber daya air bersih tetap merupakan kebutuhan pokok yang tak tergantikan bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan.
Penggunaan AI secara proporsional dan tidak berlebihan adalah langkah kecil yang dapat dilakukan di tingkat individu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya