Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Daya Saing Pemuda Indonesia, SCG Gelar Sesi Pengembangan Diri

Kompas.com, 14 Maret 2023, 11:19 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - SCG, perusahaan terkemuka di ASEAN dengan tiga unit bisnis; semen dan bahan bangunan, kemasan, dan bahan kimia, gelar sesi pengembangan diri atau capacity building bagi 13 mahasiswa penerima beasiswa SCG Sharing the Dream 2022, Sabtu (11/03/2023) secara daring.

Sesi yang mengangkat tema public speaking ini menghadirkan Wicky Adrian, seorang profesional news anchor, sebagai pemateri.

Acara ini merupakan bentuk komitmen SCG untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai negara yang akan memasuki era bonus demografi pada 2030—2040 1 sekaligus bentuk penerapan prinsip ESG 4 Plus, khususnya dalam mengurangi ketimpangan sosial.

Presiden Direktur PT SCG Indonesia Chakkapong Yingwattanathaworn mengatakan, program Beasiswa SCG Sharing the Dream bukan hanya mendukung para mahasiswa dengan memberikan dana pendidikan hingga mereka lulus perkuliahan, tetapi juga mendukung aspek pengembangan diri mereka.

"SCG percaya bahwa dengan kemampuan soft skill yang mumpuni, para scholars dapat bersaing dan mendukung kemajuan Indonesia pada masa depan sebagai generasi penerus bangsa," ujar Chakkapong.

Baca juga: 3 Pesan Kunci Majukan Pendidikan dari Rakernas LPTNU

Pelatihan yang terdiri dari pemaparan materi hingga sesi praktik ini memperoleh antusiasme yang sangat besar dari para peserta, seperti yang diutarakan oleh Rizki Maulana Riwayanto, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman asal Kabupaten Sukabumi

Dia sangat bersemangat mengikuti pelatihan public speaking ini. Hal ini bukan hanya karena materinya yang sangat menarik, namun pembicara yang dihadirkan juga merupakan seorang yang sangat ahli di bidangnya.

"Saya merasa sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari 13 mahasiswa penerima beasiswa SCG Sharing the Dream. Materi hari ini akan sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman," kata dia.

Wicky Adrian, pembawa berita dan produser eksekutif di salah satu stasiun TV di Indonesia, selaku pemateri, memaparkan, public speaking merupakan keterampilan yang perlu dilatih.

Berbicara dengan jelas merupakan hal utama yang paling penting dalam public speaking agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Adapun rasa gelisah atau nervous merupakan hal yang diperlukan untuk menjadikan diri lebih waspada dan mempersiapkan materi dengan baik.

"Saya merasa senang dapat berbagi pada acara ini dan percaya para penerima beasiswa SCG Sharing the Dream akan mampu menjadi pembicara yang andal pada masa depan," imbuh Wicky.

Beasiswa SCG Sharing the Dream 2022 ini diberikan kepada 493 pelajar Indonesia, terdiri dari 480 siswa SMA dan sederajat serta 13 mahasiswa.

Sejak 2012, SCG telah memberikan lebih dari 3.570 beasiswa untuk pelajar Indonesia, khususnya yang berdomisili di area sekitar perusahaan, yakni Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Lebak, dan Bekasi.

Tahun 2022 juga menandai perjalanan 10 tahun perjalanan beasiswa SCG Sharing the Dream dalam berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Adapun dana pendidikan yang disalurkan terdiri dari dua kategori, yakni Pelajar SMA sebesar Rp 2 juta per orang per tahun, mahasiswa S1 sebesar Rp 8 juta per orang per tahun selama maksimal empat tahun masa perkuliahan.

Selain itu, SCG juga memberikan beragam pelatihan dan menyelenggarakan tiga proyek lingkungan dan sosial
terpilih dari para scholars pada 2022—2023.

“Kami berharap melalui program beasiswa SCG Sharing the Dream, perusahaan dapat menciptakan dampak yang strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, serta tercapainya pengurangan kesenjangan sosial di masyarakat sejalan dengan kampanye SCG ESG 4 Plus di Indonesia,” tutup Chakkapong Yingwattanathaworn.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Pemerintah
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau