Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelar Festival Berkah Bumi, Astra Tampilkan 9 Desa Wisata di Resta Pendopo Km 456

Kompas.com, 11 Maret 2023, 10:08 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astari Marga Sarana, pengelola Resta Pendopo Km 456 bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang menggelar “Festival Berkah Bumi” (FBB ) 2023.

Presiden Direktur PT Astari Marga Sarana Michael Atmoko menyampaikan, melalui festival ini, Perusahaan ingin memperkenalkan kearifan lokal daerah yang berada di wilayah sekitar Resta Pendopo Km 456, baik itu dari sisi hasil bumi, kebudayaan, pariwisata dan juga UMKM-nya.

"Kami berharap FBB 2023 juga mampu menghadirkan satu kolaborasi yang dapat menciptakan pengalaman baru dan menjadi daya tarik bagi wisatawan pada umumnya dan pengguna jalan tol pada khususnya," ujar Michael.

Baca juga: Konsisten Hijaukan Bumi, Djarum Tanam 47.845 Bibit Pohon di Lereng Gunung Muria

FBB diselenggarakan pada 11-19 Maret 2023. Pemilihan tanggal ini berkaitan dengan salah satu momentum besar Kabupaten Semarang, yaitu HUT ke 502 Kabupaten Semarang yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2023.

Hadir dengan konsep “Gerbang wisata Jawa Tengah", FBB 2023 diharapkan dapat menjadi satu rangkaian event HUT
Kabupaten Semarang dengan warna dan ruang yang baru.

Kepala Dinas Pariwisata Semarang Heru Subagyo berharap, event kolaborasi ini akan mampu menggeliatkan potensi wisata di Kabupaten Semarang.

"Dan Resta Pendopo KM 456 dapat menjadi gerbang pariwisata Kabupaten Semarang untuk memperkenalkan potensi-potnesi yang ada kepada wisatawan secara luas," imbuh dia.

FBB 2023 akan menghadirkan booth exhibition dari sembilan desa yakni Desa Wisata Lerep, Srumbung Gunung, Gemawang, Ujung Ujung, Kadirejo, Sepakung, Rembes, Winongsari Genuk.

Kemudian obyek wisata Taman Bunga Celosia, Taman Wisata Umbul Sidomukti; kuliner khas tradisional dari desa wisata seperti rujak degan, pecel turi, glok glok, buntil; UMKM dan craft seperti caping, besek, gerabah; dan hasil bumi (susu , kopi dan buah-buahan) unggulan Kabupaten Semarang.

Sebagai pendukung dan daya tarik wisatawan, pihak panita FBB 2023 juga akan menampilkan berbagai workshop dan kesenian daerah, seperti: tarian khas Desa Wisata, musik tradisional, kesenian unggulan, berbagai workshop craft dan kerajinan workshop ecoprint, workshop olahan jamu, workshop membatik, dan lukis caping.

Selain dari Desa Wisata dan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Resta Pendopo KM 456 juga berkolaborasi dengan salah satu universitas di sekitar Resta, yaitu Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Kolaborasi dilakukan untuk mensukseskan event FBB 2023 melalui kesenian-kesenian daerah yang akan berlangsung di area event FBB 2023, seperti Gedruk, Tari Caping, Tari Topeng Ayu, Reog, dan kesenian legendaris yang sudah hamper punah yaitu Rodad.

Direktur Administrasi dan Keuangan PT Trans Marga Jateng Daisy Setiawan menuturkan, seiring berjalannya waktu, Tol Semarang Solo turut berkonstribusi dalam perkembangan perkenomian di sepanjang wilayah perkeonomian di Jawa Tengah.

"Kami turut mendukung aktivitas FBB di ekosistem ruas tol kami. Ini menjadi salah satu program pemberdayaan cultural development," kata Daisy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bumi Memanas Dua Kali Lipat Lebih Cepat dari Dekade Sebelumnya
Bumi Memanas Dua Kali Lipat Lebih Cepat dari Dekade Sebelumnya
Pemerintah
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut, BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis di Selatan RI
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut, BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis di Selatan RI
Pemerintah
Gelombang Panas Makin Sering, Risiko Kekeringan Mendadak Ikut Meningkat
Gelombang Panas Makin Sering, Risiko Kekeringan Mendadak Ikut Meningkat
LSM/Figur
Peneliti Temukan Mikroplastik pada Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia
Peneliti Temukan Mikroplastik pada Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia
Pemerintah
Perang dan Krisis Iklim: Dampak Ekologis Eskalasi Konflik Timur Tengah
Perang dan Krisis Iklim: Dampak Ekologis Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pemerintah
Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi
Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi
LSM/Figur
Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
LSM/Figur
Perjanjian Dagang dengan AS Bikin RI Bergantung Minyak dari 'Paman Sam'
Perjanjian Dagang dengan AS Bikin RI Bergantung Minyak dari "Paman Sam"
LSM/Figur
Soal Tambang Martabe, NGO Desak Pemerintah Fokus Pemulihan Lingkungan ketimbang Pengambilalihan
Soal Tambang Martabe, NGO Desak Pemerintah Fokus Pemulihan Lingkungan ketimbang Pengambilalihan
LSM/Figur
Orang Kaya Dubai Kabur Naik Jet Pribadi Saat Konflik AS-Israel Vs Iran, Bikin Emisi Naik
Orang Kaya Dubai Kabur Naik Jet Pribadi Saat Konflik AS-Israel Vs Iran, Bikin Emisi Naik
LSM/Figur
3 Mega Tren Dunia Versi Schneider Electric, Transisi Energi hingga AI
3 Mega Tren Dunia Versi Schneider Electric, Transisi Energi hingga AI
Swasta
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Percepat Penuaan
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Percepat Penuaan
LSM/Figur
Jepara Siap Gelar JIFBW 2026, Pembeli Diajak Kunjungi Perajin Furnitur
Jepara Siap Gelar JIFBW 2026, Pembeli Diajak Kunjungi Perajin Furnitur
Pemerintah
Produktivitas Pekerja Indonesia Naik Tiap Tahun, tapi Masih Tertinggal di ASEAN
Produktivitas Pekerja Indonesia Naik Tiap Tahun, tapi Masih Tertinggal di ASEAN
LSM/Figur
Ikan Air Tawar Lebih Tangguh Hadapi Pemanasan Global Dibanding Ikan Laut
Ikan Air Tawar Lebih Tangguh Hadapi Pemanasan Global Dibanding Ikan Laut
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau