Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HUT Ke-4, Onni House Surabaya dan Destiny Project Perkuat Kompetensi Anak Berkebutuhan Khusus

Kompas.com, 13 Agustus 2023, 09:31 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Onni House Surabaya, caffe, retail home living, dan florist yang telah berdiri sejak tahun 2014 di jalan Opak, Surabaya menjalin kolaborasi dengan Destiny Project, sebuah learning center  berfokus pada anak berkebutuhan khusus (ABK)

Dalam kolaborasi ini, Onni House kini juga memiliki outlet di Jakarta menggelar perayaan ulang tahun keeempat pada 10 Agustus 2023 dengan memberikan kesempatan ABK dari Destiny Project untuk mengeksplorasi industri food and beverage.

Dalam suasana menyenangkan, mereka belajar menghafalkan menu dari kafe serta cara memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan pada berbagai jenis bunga, baik fresh maupun artificial serta teknik dasar merangkai bunga.

Hendri Hermawan, General Manager of Onni House melalui rilis resmi (12/8/2023) berharap, pengalaman baru ini dapat memperkuat kompetensi dan menjadi persiapan anak-anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

"Tujuan kami adalah untuk memberikan edukasi dan experience untuk anak-anak tersebut agar bisa memperoleh wawasan dan persiapan untuk menghadapi tantangan ketika nantinya mereka hendak terjun ke dunia kerja," ungkap Hendri Hermawan.

Turut Melayani Konsumen

Setelah mendapat pelatihan selama satu bulan di Onni House,pada  puncak acara tanggal 10, 11, 18 dan 19 Agustus 2023, anak-anak Destiny Project diberikan kesempatan berinteraksi secara langsung di dalam kafe serta merangkaikan bunga sesuai dengan permintaan para pelanggan.

Kreativitas dan keahlian mereka dalam merangkai bunga telah menjadi sorotan menarik bagi pengunjung dan menjadi peluang untuk mengasah potensi mereka dalam dunia florist.

Melihat antusiasme konsumen, kolaborasi bersama anak-anak Destiny Project akan berlanjut diadakan pada 25 Agustus 2023 mendatang.

Nantinya, ONNI House akan mendonasikan 20 persen dari penjualan tersebut kepada anak-anak yang bekerja pada saat itu. Hal ini diharapkan dapat memberikan pesan edukatif ketika berusaha dan bekerja, mereka akan mendapatkan apresiasi dari apa yang mereka kerjakan.

"Dengan respon yang cukup positif dari para customer yang datang, jadi kami akan menambahkan satu hari lagi untuk memberi kesempatan mereka berinteraksi di ONNI House yaitu pada tanggal 25 Agustus 2023," jelas Hendri Hermawan.

Baca juga: 5 Alasan Sekolah Inklusi Dibutuhkan oleh Anak Berkebutuhan Khusus

Hendri Hermawan berharap acara ulang tahun Onni House Surabaya keempat ini tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menjadi wadah inspiratif untuk mengedukasi, memberdayakan, dan memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dari Destiny Project.

"Semoga perayaan ulang tahun kali ini berlangsung dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat," tutup Hendri Hermawan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei: 32 Persen CEO Indonesia Klaim Perusahaannya Terapkan Keberlanjutan
Survei: 32 Persen CEO Indonesia Klaim Perusahaannya Terapkan Keberlanjutan
Swasta
Kemenhut: Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Pohon Lapuk dan Kemungkinan 'Illegal Logging'
Kemenhut: Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Pohon Lapuk dan Kemungkinan "Illegal Logging"
Pemerintah
Ironi Banjir Besar di Sumatera, Saat Cuaca Ekstrem Bertemu Alih Fungsi Lahan
Ironi Banjir Besar di Sumatera, Saat Cuaca Ekstrem Bertemu Alih Fungsi Lahan
Pemerintah
ADB: Asia Perlu 1,7 Triliun Dollar AS Per Tahun untuk Respons Perubahan Iklim
ADB: Asia Perlu 1,7 Triliun Dollar AS Per Tahun untuk Respons Perubahan Iklim
LSM/Figur
Kemenhut Ancam Pidanakan Pihak yang Tak Serahkan Lahan TN Tesso Nilo
Kemenhut Ancam Pidanakan Pihak yang Tak Serahkan Lahan TN Tesso Nilo
Pemerintah
Kasus Campak Global Naik, 30 Juta Anak Tak Dapat Vaksin
Kasus Campak Global Naik, 30 Juta Anak Tak Dapat Vaksin
Pemerintah
Viral Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir, Kemenhut Telusuri Asalnya
Viral Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir, Kemenhut Telusuri Asalnya
Pemerintah
Menundukkan Etno-Egoisme dalam Perjuangan Ekologis
Menundukkan Etno-Egoisme dalam Perjuangan Ekologis
Pemerintah
Banjir di Sumatera, Tutupan Hutan Kian Berkurang akibat Alih Fungsi Lahan
Banjir di Sumatera, Tutupan Hutan Kian Berkurang akibat Alih Fungsi Lahan
Pemerintah
Ketimpangan Struktur Penguasaan Tanah jadi Akar Konflik Agraria di Indonesia
Ketimpangan Struktur Penguasaan Tanah jadi Akar Konflik Agraria di Indonesia
LSM/Figur
Pemerintah Diminta Revisi Peta Kawasan Hutan yang Sebabkan Konflik Agraria
Pemerintah Diminta Revisi Peta Kawasan Hutan yang Sebabkan Konflik Agraria
Pemerintah
Wamenhut Bantah Banjir di Sumatera karena Proyek Food Estate
Wamenhut Bantah Banjir di Sumatera karena Proyek Food Estate
Pemerintah
Nihil Insentif, RI Tak Bisa Adopsi EPR Model Eropa
Nihil Insentif, RI Tak Bisa Adopsi EPR Model Eropa
Swasta
Banyak Kapal Masih Cemari Lingkungan Meski Aturan Ketat
Banyak Kapal Masih Cemari Lingkungan Meski Aturan Ketat
LSM/Figur
Agincourt Kerahkan Bantuan untuk Tangani Dampak Banjir di Tapanuli
Agincourt Kerahkan Bantuan untuk Tangani Dampak Banjir di Tapanuli
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau