Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Financial bersama unit bisnisnya, menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu peningkatan akses layanan kesehatan berbasis komunitas.
Program yang dijalankan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan komunitas, serta telah menjangkau lebih dari 13.000 penerima manfaat di sejumlah wilayah Indonesia.
Kegiatan yang dijalankan perseroan itu berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer, pembinaan Posyandu, pencegahan stunting pada anak, hingga penyediaan akses air bersih di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kesehatan.
Baca juga: Astra Financial Dorong Kesejahteraan Masyarakat Melalui Literasi Keuangan
Wakil Presiden Direktur Astra sekaligus Director In-Charge Astra Financial, Rudy, mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami berupaya mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Rudy dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Salah satu fokus program adalah penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Program ini dijalankan melalui pembinaan layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakuluran, Banten, serta Pustu Sendangguwo di Jawa Tengah.
Melalui pendekatan tersebut, layanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dengan melibatkan kader kesehatan serta memanfaatkan sistem pemantauan kesehatan berbasis digital.
Selain itu, Astra Financial juga melakukan pembinaan kepada 50 Posyandu di berbagai daerah dengan penerima manfaat lebih dari 3.200 orang, yang mencakup kader Posyandu, balita, remaja, hingga lansia.
Program lain difokuskan pada upaya pencegahan stunting pada anak melalui edukasi kesehatan bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara rutin, distribusi makanan bergizi, serta penguatan peran kader kesehatan di masyarakat. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat.
Selain layanan kesehatan dasar, sejumlah kegiatan juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti penyediaan akses air bersih.
Program tersebut dijalankan di beberapa wilayah di Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
Baca juga: Air Bersih Sulit Akibat Banjir Lahar, Warga Krinjing Magelang Andalkan Droping dari BPBD
Di wilayah tersebut, kegiatan yang dilakukan antara lain pembangunan fasilitas air bersih serta edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat.
Menurut Rudy, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan kesehatan berbasis komunitas.
“Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus melangkah secara konsisten bersama para pemangku kepentingan lainnya agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Rudy.
Sepanjang 2025, berbagai program kesehatan tersebut tercatat telah menjangkau lebih dari 13.000 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya