Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Astra Financial Jalankan Inisiatif Program Kesehatan, Jangkau 13.000 Penerima Manfaat

Kompas.com, 16 Maret 2026, 15:44 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Financial bersama unit bisnisnya, menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu peningkatan akses layanan kesehatan berbasis komunitas.

Program yang dijalankan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan komunitas, serta telah menjangkau lebih dari 13.000 penerima manfaat di sejumlah wilayah Indonesia.

Kegiatan yang dijalankan perseroan itu berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer, pembinaan Posyandu, pencegahan stunting pada anak, hingga penyediaan akses air bersih di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kesehatan.

Baca juga: Astra Financial Dorong Kesejahteraan Masyarakat Melalui Literasi Keuangan

Wakil Presiden Direktur Astra sekaligus Director In-Charge Astra Financial, Rudy, mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami berupaya mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Rudy dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Salah satu fokus program adalah penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Program ini dijalankan melalui pembinaan layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakuluran, Banten, serta Pustu Sendangguwo di Jawa Tengah.

Melalui pendekatan tersebut, layanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dengan melibatkan kader kesehatan serta memanfaatkan sistem pemantauan kesehatan berbasis digital.

Selain itu, Astra Financial juga melakukan pembinaan kepada 50 Posyandu di berbagai daerah dengan penerima manfaat lebih dari 3.200 orang, yang mencakup kader Posyandu, balita, remaja, hingga lansia.

Pencegahan Stunting dan Infrastruktur Air Bersih

Program lain difokuskan pada upaya pencegahan stunting pada anak melalui edukasi kesehatan bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara rutin, distribusi makanan bergizi, serta penguatan peran kader kesehatan di masyarakat. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat.

Selain layanan kesehatan dasar, sejumlah kegiatan juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti penyediaan akses air bersih.

Program tersebut dijalankan di beberapa wilayah di Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Baca juga: Air Bersih Sulit Akibat Banjir Lahar, Warga Krinjing Magelang Andalkan Droping dari BPBD

Di wilayah tersebut, kegiatan yang dilakukan antara lain pembangunan fasilitas air bersih serta edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat.

Menurut Rudy, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan kesehatan berbasis komunitas.

“Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus melangkah secara konsisten bersama para pemangku kepentingan lainnya agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Rudy.

Sepanjang 2025, berbagai program kesehatan tersebut tercatat telah menjangkau lebih dari 13.000 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Pemerintah
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1.225 GW
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1.225 GW
BUMN
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Pemerintah
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Pemerintah
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Pemerintah
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Pemerintah
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
Swasta
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
Pemerintah
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
Pemerintah
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Pemerintah
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Pemerintah
Rumah Tangga Tanggung Biaya Energi Fosil 3 Kali Lipat saat RI Kehilangan Windfall Tax Batu Bara
Rumah Tangga Tanggung Biaya Energi Fosil 3 Kali Lipat saat RI Kehilangan Windfall Tax Batu Bara
LSM/Figur
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
LSM/Figur
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
Swasta
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut  yang Sulit Dipantau
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut yang Sulit Dipantau
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau