Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Agustus 2023, 17:11 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk menunjukkan komitmen untuk mewujudkan relasi yang harmonis dengan komunitas, lingkungan, dan pemangku kepentingan, melalui sejumlah aktivitas.

Di antaranya penanaman 1.500 bibit pohon produktif, kegiatan pemilahan sampah, dan edukasi literasi keuangan, dalam acara bertajuk Global Corporate Responsibility Day 2023 "Untuk Bumi Indonesiaku".

Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs) yang dilaksanakan pada Sabtu (19/8/2023).

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menjelaskan, Global Corporate Responsibility Day ini merupakan inisiatif tahunan yang diamanatkan oleh Maybank Grup dalam mewujudkan komitmen untuk membina hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

Baca juga: Kurangi Emisi Karbon, Danamon Tanam 4.500 Pohon di Jambi

"Baik dengan komunitas, lingkungan, dan pemangku kepentingan yang terhubung baik secara lokal, maupun global, serta mengarah kepada misi Maybank Group yakni Humanising Financial Services," ujar Taswin dalam rilis pers, Minggu (20/8/2023).

Perusahaan mencermati situasi terkini terkait aspek keberlanjutan di antaranya adalah kualitas udara dan polusi di Jakarta, serta pengelolaan sampah.

Hal ini menjadi perhatian Perusahaan dalam menggelar Global CR Day 2023 sebagai upaya mewujudkan strategi prioritas Maybank Group, M25+, yakni menjadi perusahaan terdepan di bidang Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) di kawasan ASEAN.

“Kegiatan Maybank Indonesia untuk Global CR Day kali ini merupakan aksi nyata kami yang berfokus pada poin-poin dalam SDGs yang juga sejalan dengan agenda Sustainability Maybank Indonesia,” kata Taswin.

Untuk mendukung perbaikan kualitas udara Jakarta, Perusahaan mengadakan kegiatan penanaman pohon di bawah Tol Bekasi–Cawang-Kampung Melayu sebagai pembuka acara Global CR Day 2023.

Jenis pohon yang ditanam terdiri dari 1.000 pohon ketapang kencana (tanaman penyerap polusi) dan 500 tanaman alpukat ,cipedak dan tanaman refugia bunga kuning (tanaman anti hama).

Baca juga: Pohon Sagu, Tanaman Alternatif Reklamasi Lahan Bekas Tambang di Bangka

Adapun pilar yang menjadi fokus Maybank Indonesia meliputi, SDGs Nomor 4 terkait pendidikan yang berkualitas, melalui edukasi literasi keuangan bagi generasi muda bertajuk Program Cahaya Kasih, di Kantor Cabang Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Balinusra.

Edukasi literasi keuangan ini dilakukan agar para generasi muda memahami konsep pengelolaan uang, tabungan, dan investasi sehingga mereka dapat mengambil keputusan keuangan yang cerdas di masa depan.

Kedua, SDGs Nomor 11 yakni kota dan komunitas yang berkelanjutan, melalui kegiatan penanaman pohon di bawah Tol Becakayu.

Ketiga, SDGs Nomor 12 yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui kegiatan pemilahan sampah (waste sorting) yang dilakukan di 10 Kantor Cabang Maybank Indonesia di kawasan Jabodetabek dan juga merupakan bagian dari Global CR Day 2023.

Taswin berharap, melalui kolaborasi antara korporat, pemerintah daerah, yayasan, dan masyarakat, Global CR Day yang dilakukan Maybank Indonesia dapat menciptakan dampak positif.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Pemerintah
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Swasta
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
Pemerintah
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
Pemerintah
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
Swasta
Perubahan Iklim Picu Gangguan Produktivitas Karyawan, Kok Bisa?
Perubahan Iklim Picu Gangguan Produktivitas Karyawan, Kok Bisa?
Pemerintah
50 Persen Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri, Ancam Kesehatan dan Lingkungan
50 Persen Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri, Ancam Kesehatan dan Lingkungan
LSM/Figur
Berawal dari Mati Lampu, Siswa MAN 19 Jakarta Sulap Minyak Jelantah Jadi Listrik
Berawal dari Mati Lampu, Siswa MAN 19 Jakarta Sulap Minyak Jelantah Jadi Listrik
LSM/Figur
Lonjakan EBT Bikin Ekspor China Bertahan Saat Pasokan Energi Terguncang
Lonjakan EBT Bikin Ekspor China Bertahan Saat Pasokan Energi Terguncang
Pemerintah
Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Bisa Bermimpi Lebih Tinggi
Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Bisa Bermimpi Lebih Tinggi
Swasta
Ecoton Temukan Mikroplastik Dalam Darah dan Sperma Manusia
Ecoton Temukan Mikroplastik Dalam Darah dan Sperma Manusia
LSM/Figur
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Pemerintah
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau