Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/10/2023, 08:44 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Lura Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta bersama Bella Group Bulgaria dan PT Garuda Mitra Unggul (GMU) menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia 2023 di ICE BSD yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Rabu (18/10/2023).

Sebagaimana diketahui, Bella Group dan GMU telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengadaan bahan baku rendang senilai 34 juta dollar AS dan kesepakatan joint venture senilai 38 juta dollar AS, Selasa (17/10/2023).

Sebagai bagian dari program “Rendang Goes to Europe”, Bella Group bersama GMU turut membuka stand selama kegiatan Trade Expo Indonesia 2023 yang berlangsung 18-22 Oktober 2023.

Stand tersebut memamerkan produk rendang produksi Bella Group Bulgaria yang dikemas dengan menggunakan logo Wonderful Indonesia.

Baca juga: Sayurbox dan FoodCycle Indonesia Sepakat Kurangi Limbah Pangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Menteri Perdagangan Jeffry Sambuaga berkesempatan menyambangi stand "Rendang Goes to Europe" produksi Bella Group dan mengapresiasi kerja sama yang telah dibangun oleh kedua perusahaan yang dapat memicu peningkatan perdagangan dan ekspor nasional.

Iwan mengatakan, “Rendang Goes to Europe" juga membawa misi promosi Indonesia. Pencatuman logo Wonderful Indonesia, telah mendapatkan izin dan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Hal ini menjadi bagian dari upaya KBRI Sofia dalam mendukung promosi Indonesia ke Eropa, serta turut menyukseskan program Indonesia Spice up the World,” kata Iwan.

Akhir 2023 Bella Group akan mulai memproduksi rendang secara masif, dan pada Januari 2024 produk rendang siap untuk distribusikan ke pasar Eropa.

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Pemerintah
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau