Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kualitas Universitas China Terus Meningkat, Bisa Salip Barat dalam 2 Tahun

Kompas.com, 4 November 2023, 13:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Kualitas pendidikan di China terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.

Menurut Times Higher Education dalam laporan World University Rankings 2024, ada dua universitas di China yang masuk 20 besar kampus terbaik di dunia.

Dua universitas tersebut adalah Tsinghua University yang menempati peringkat 12 dunia dan Peking University dengan ranking 14 dunia.

Baca juga: Politeknik Belitung Bakal Jadi Universitas Pertama di Negeri Laskar Pelangi

Peringkat yang diperoleh kedua universitas tersebut menanjak bila dibandingkan laporan tahun sebelumnya yakni World University Rankings 2023 oleh Times Higher Education.

Dalam World University Rankings 2023, Tsinghua University yang menempati peringkat 16 dunia sedangkan Peking University bertengger di ranking 17 dunia.

Bila ditarik lebih jauh lagi, 13 tahun lalu, Peking University berada di peringkat 37 dunia sementara Tsinghua University lebih buncit lagi yakni ranking 58 dunia.

Pemeringkatan World University Rankings dari Times Higher Education menggunakan 18 indikator kinerja.

18 indikator itu didasarkan pada aktivitas inti universitas yakni pengajaran, penelitian, kualitas penelitian, transfer pengetahuan, dan outlook internasional.

Baca juga: HUT ke-10, RER Ajak Mahasiswa Lima Universitas Jaga Kelestarian Hutan

Dominasi Barat

Di peringkat 10 besar, universitas Barat utamanya di Amerika Serikat (AS) dan Inggris masih kuat mendominasi.

Peringkat nomor wahid perguruan tinggi terbaik di dunia disabet oleh University of Oxford di Inggris dalam laporan World University Rankings 2024.

University of Oxford terus menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi terbaik di dunia sejak 2017 menurut pemeringkatan Times Higher Education tersebut.

Sementara itu, peringkat kedua dan ketiga World University Rankings 2024 ditempati oleh perguruan tinggi dari AS yakni Stanford University dan Massachusetts Institute of Technology.

Di peringkat keempat hingga kelima masing-masing adalah Harvard University di AS dan University of Cambridge di Inggris.

Berikut 10 universitas terbaik di dunia menurut data terbaru Times Higher Education dalam World University Rankings 2024.

  1. University of Oxford (Inggris)
  2. Stanford University (AS)
  3. Massachusetts Institute of Technology (AS)
  4. Harvard University (AS)
  5. University of Cambridge (Inggris)
  6. Princeton University (AS)
  7. California Institute of Technology (AS)
  8. Imperial College London (Inggris)
  9. University of California, Berkeley (AS)
  10. Yale University (AS)

Baca juga: WIKA Beri Pelatihan BIM Senilai Rp 500 Juta untuk Universitas Udayana

Geser Barat

Dilansir dari analisis Litbang Kompas, hanya masalah waktu universitas di China akan bertengger di 10 besar perguruan tinggi terbaik dunia, bisa satu atau dua tahun ke depan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PBB Buka Pelaporan Keanekaragaman Hayati, Masyarakat Adat Bisa Lapor
PBB Buka Pelaporan Keanekaragaman Hayati, Masyarakat Adat Bisa Lapor
Pemerintah
Banjir Sumatera Cerminan Kegagalan Pemanfaatan Bentang Alam
Banjir Sumatera Cerminan Kegagalan Pemanfaatan Bentang Alam
LSM/Figur
Perluas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes Gandeng BRI
Perluas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes Gandeng BRI
BUMN
Riset Ungkap 11 Desa di DAS Tamiang Aceh Rawan Banjir Bandang
Riset Ungkap 11 Desa di DAS Tamiang Aceh Rawan Banjir Bandang
LSM/Figur
Krisis Pengungsi Global Disebut Akan Makin Parah Tanpa Investasi Jangka Panjang
Krisis Pengungsi Global Disebut Akan Makin Parah Tanpa Investasi Jangka Panjang
LSM/Figur
Tutupan Hutan DAS Tamiang Aceh Tergerus Sawit dan Permukiman Selama 20 Tahun
Tutupan Hutan DAS Tamiang Aceh Tergerus Sawit dan Permukiman Selama 20 Tahun
LSM/Figur
Suhu Bumi Meningkat, Kupu-kupu Monarch Makin Rentan Parasit
Suhu Bumi Meningkat, Kupu-kupu Monarch Makin Rentan Parasit
LSM/Figur
Di Balik Manuver AS ke Venezuela, Trump Ingin Dunia Tetap Bergantung pada Minyak?
Di Balik Manuver AS ke Venezuela, Trump Ingin Dunia Tetap Bergantung pada Minyak?
LSM/Figur
Bayi Panda Lahir di Taman Safari, Presiden Prabowo Beri Nama Satrio Wiratama
Bayi Panda Lahir di Taman Safari, Presiden Prabowo Beri Nama Satrio Wiratama
Pemerintah
Dukung Literasi Papua, WVI dan Mitra Universitas Terbitkan Buku Cerita Anak
Dukung Literasi Papua, WVI dan Mitra Universitas Terbitkan Buku Cerita Anak
LSM/Figur
Banjir dengan Bongkahan Batu di Sulut, Pakar Tekankan Penilaian Risiko dan Multi-layer Solution
Banjir dengan Bongkahan Batu di Sulut, Pakar Tekankan Penilaian Risiko dan Multi-layer Solution
LSM/Figur
Tak Ada Deforestasi, tapi Longsor Datang: Ada Apa dengan Sumatera?
Tak Ada Deforestasi, tapi Longsor Datang: Ada Apa dengan Sumatera?
Pemerintah
Kemenhut Angkut Ratusan Gelondongan Kayu Banjir Sumatera
Kemenhut Angkut Ratusan Gelondongan Kayu Banjir Sumatera
Pemerintah
Taiwan Ubah Strategi Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Taiwan Ubah Strategi Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Pemerintah
Lanskap Sombori-Mekongga di Sulawesi Diusulkan Jadi Taman Nasional
Lanskap Sombori-Mekongga di Sulawesi Diusulkan Jadi Taman Nasional
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau