Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menggunakan Panel Surya, Rumah Jadi Punya Dampak Positif di Masa Depan

Kompas.com, 7 November 2023, 14:58 WIB
Add on Google
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Belakangan, banyak orang sadar bahwa desain dan isi rumah tak hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya, tetapi juga harus memberikan dampak positif pada kehidupan di masa depan.

Karena itulah, pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti panel surya terus meningkat. Para pemilik rumah, mulai beralih dari penggunaan energi fosil sehingga fungsi rumah tak hanya sekadar tempat tinggal.

Sebagai informasi, panel surya dinilai sebagai solusi penggunaan daya ramah lingkungan yag menguntungan secara ekonomi. Untuk mengetahuinya lebih dalam, simak penjelasan mengenai manfaat panel surya berikut.

1. Sumber energi bersih dan terbarukan

Panel surya mengubah sinar matahari menjadi energi listrik tanpa memerlukan bahan bakar tambahan atau menghasilkan emisi gas rumah kaca. Energi surya adalah sumber energi bersih dan terbarukan yang tidak terbatas. Dengan memanfaatkannya, berarti Anda sudah membantu mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil yang terbatas dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

2. Nilai properti lebih tinggi

Rumah yang dilengkapi dengan panel surya cenderung memiliki nilai properti yang lebih tinggi. Banyak calon pembeli properti mencari rumah yang hemat energi dan ramah lingkungan. Seiring kesadaran akan manfaat energi terbarukan yang semakin meningkat, properti yang menggunakan energi surya menjadi lebih diminati.

3. Hemat biaya listrik

Energi surya yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah sehari-hari. Dengan begitu, Abda dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari jaringan listrik nasional. Adapun salah satu yang dapat digunakan adalah SUN Terra yang memaksimalkan penggunaan sistem on-grid untuk pemakaian listrik pada siang hari.
Memanfaatkannya, Anda bisa mengurangi biaya listrik lho.

3. Berperan dalam atasi perubahan iklim

Maraknya permasalahan yang diakibatkan polusi udara membuat masyarakat juga perlu berkontribusi untuk mengurangi jejak karbon rumah tangga. Dengan menggunakan pemangkit listrik tenaga surya (PLTS), Anda sudah mengurangi produksi emisi karbon secara lagsung dan mengatisipasi perubahan iklim.

4. Mendorong inovasi teknologi

Banyaknya permintaan akan pemanfaatan panel surya dapat mendorong inovasi teknologi di bidang energi terbarukan. Seperti yang diperkenalkan perusahaan pengembang energi surya berbasis teknologi yang fokus di sektor residensial, SUN Terra. Perusahaan iini mengadopsi peran teknologi dalam mendukung pemanfaatan panel surya melalui Mobile App ‘SUN Terra’.

Aplikasi tersebut mendukung para pengguna panel surya untuk dapat memantau performa panel surya terpasang melalui fitur ‘Solar Live Monitoring’ secara real-time. Sementara itu, para calon pengguna dapat menghitung kebutuhan kapasitas panel surya pada fitur ‘Solar Calculator’.

Itulah beragam manfaat penggunaan panel surya. Dengan meningkatnya teknologi panel surya dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, penggunaan energi surya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau