Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/04/2024, 18:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

KOMPAS.com - Momen mudik Lebaran 2024 dapat dimanfaatkan pemerintah desa, terutama desa-desa wisata, untuk memperkuat perekonomian mereka.

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat memberi sambutan dan melakukan penukaran uang secara simbolis di Kantor Kemendes PDTT, di Jakarta, Selasa (2/3/2024).

Gus Halim, sapaannya, mengatakan potensi tersebut harus dioptimalkan sebagai upaya menangkap peluang kunjungan wisata.

Baca juga: Punya Potensi Besar, Desa Wisata di Gorontalo Ikuti Pelatihan Pemasaran

"Seiring jumlah pemudik yang diprediksi lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya," kata Gus Halim sebagaimana dilansir Antara.

Gus Halim mengapresiasi sinergi antara Bank Indonesia (BI) dengan Kemendes PDTT dalam menggelar penukaran uang di lingkungan Kemendes PDTT itu.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut memudahkan keluarga besar Kemendes PDTT untuk menukarkan uang milik mereka menjadi uang baru, sehingga dapat dibagikan kepada keluarga dan tetangga di momen Lebaran.

Baca juga: Kejar SDGs Desa, Desa Wisata dan Tanggap Bencana Masuk Program Kunci

"Saya berharap ke depan sinergi antara BI bersama Kemendes PDTT terus dilaksanakan dan terus ditingkatkan," kata Gus Halim.

Dengan semakin besarnya peredaran uang di suatu daerah pada momentum Lebaran, kata dia, hal tersebut akan mendorong ekonomi masyarakat desa semakin menggeliat.

Selain itu, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) pun akan semakin tumbuh dan pariwisata semakin hidup karena dikunjungi oleh warga untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Pada akhirnya, ucap Gus Halim, sumber-sumber ekonomi di daerah juga akan tumbuh dengan baik.

Ditambah

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana membentuk 6.000 desa wisata sepanjang tahun 2024 guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Homestay Desa Wisata Salenrang, SMF Kucurkan Rp 420 Juta

Dari 80.000 lebih desa di Tanah Air, lanjutnya, ada sekitar 7.500 desa yang berpotensi dari segi pariwisata.

"Desa yang memiliki potensi wisata itu sekitar 7.500 dan 80 persen itu sekitar 6.000 desa harus kita jangkau," tutur Menparekraf, dikutip dari Antara, Senin (19/2/2024).

Sandiaga menjelaskan, 6.000 desa wisata itu nantinya bisa memiliki kontribusi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional sebesar 4,5 persen.

Apabila rencana 6.000 desa wisata tersebut terlaksana, terdapat pula tambahan sekitar 4,4 juta lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif.

"Karena di desa itulah generasi muda kita bisa menciptakan inovasi-inovasi, termasuk produk-produk kreatif yang akan menambah peluang desa wisata tersebut untuk meningkatkan kemampuan," jelas Sandiaga.

Baca juga: Danone Indonesia Jadikan Cibeusi sebagai Desa Wisata

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Swasta
Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

LSM/Figur
Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

LSM/Figur
Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Pemerintah
Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Pemerintah
Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Pemerintah
Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

LSM/Figur
Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Pemerintah
YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

LSM/Figur
Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Pemerintah
Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Pemerintah
KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

Pemerintah
ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

Swasta
Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

LSM/Figur
Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com