Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Potensi Besar, Desa Wisata di Gorontalo Ikuti Pelatihan Pemasaran

Kompas.com - 29/02/2024, 19:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Danur Lambang Pristiandaru

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi 10 desa wisata terpilih yang ada di  Gorontalo untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan.

Pelatihan dan pendampingan ditujukan untuk membuat paket-paket wisata hingga pemasaran produk pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) secara digital melalui program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, Gorontalo mempunyai potensi kuliner, kriya, fesyen, hingga destinasi yang mendukung. Namun, eksistensi dari produk tersebut perlu digaungkan lebih luas lagi.

Baca juga: Indonesia dan Investor India Jajaki Kerja Sama Pariwisata Hijau

“Untuk itu kita bentuk paket wisata melalui pelatihan ini bersama Desa Wisata Institute, kita onboarding-kan (orientasikan) juga ke online travel agent, ada lima travel agent,” ujar Menparekraf Sandiaga, dalam keterangan tertulis. 

Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat menghadiri kegiatan Beti Dewi 2024 di Aston Hotel Gorontalo, Rabu (28/2/2024),

Sandiaga menambahkan, desa-sesa tersebut juga akan diberikan akses pembiayaan serta dibantu promosinya agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Saat ini, kata dia, program Beti Dewi telah menjalin kemitraan dengan sejumlah online travel agent di antaranya Mister Aladin, Tiket.com, Atourin, Jalanin.com dan Traveloka.

Nantinya, para peserta mendapat kesempatan untuk melakukan orientasi produk parekraf di online travel agent tersebut.

Baca juga: Perkuat Industri Pariwisata Berkelanjutan, Sandiaga Kunjungi Sydney

Program Beti Dewi

Ada 10 desa wisata Gorontalo yang berpartisipasi dalam acara "Beti Dewi 2024" yang berlangsung selama dua hari mulai 27-28 Februari 2024.

Di antaranya adalah Desa Wisata Religi Bubohu Bongo, Desa Wisata Lonuo (Bukit Arang), dan Desa Wisata Botubarani.

Kemudian ada Desa Wisata Danau Perintis, Desa Wisata Taman Laut Olele, Desa Wisata Dunggala, Desa Wisata Ponelo, Desa Wisata Tulabolo, Desa Wisata Longalo, dan Desa Wisata Tri Rukun.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo Aryanto Husein mengapresiasi atas terpilihnya Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan rangkaian program Beti Dewi 2024.

Menurutnya, ini menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mendorong pelaku parekraf Gorontalo agar lebih berdaya.

Baca juga: Pegang Peran Penting, Perempuan Jadi Mayoritas Pekerja Pariwisata

“Buat semua peserta kita tidak akan berakhir di sini, kami akan menyiapkan program yang tentunya didampingi oleh Kemenparekraf,” kata Aryanto.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Wisata Taman Laut Olele Candra Nauko, kegiatan Beti Dewi sangat bermanfaat bagi pelaku usaha. Khususnya, kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang bersentuhan langsung dengan parekraf.

Ia juga berharap program ini dapat berkelanjutan. Sebab, para pelaku usaha dibekali kiat agar bisa menjual produk, sekaligus cara pemasarannya. 

"Kami dibekali satu tautan untuk memasarkan semua produk pariwisata yang ada di desa kami baik homestay, suvenir, paket wisata. Bahkan kami bisa melihat neraca yang ada di aplikasi. Insyaallah program ini berkepanjangan,” tutur Candra.

Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono menjelaskan, selama dua tahun pihaknya sudah mendampingi 369 desa hingga mereka onboarding dan sudah ada 712 paket wisata yang terjual melalui online travel agent mitra Kemenparekraf.

“Tahun ini kami berharap naik level. Naik levelnya tidak hanya onboarding tapi berapa besaran transaksinya juga mulai menjadi perhatian,” pungkas Marhen.

 Baca juga: BCA Perkuat Pariwisata Berkelanjutan lewat Desa Bakti BCA

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

Aktif Promosikan Sanitasi, Pemuda Asal Lampung Sabet Penghargaan Internasional

LSM/Figur
15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

15 Danau di Indonesia Kritis, Tercemar Pupuk Pertanian

Pemerintah
Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Berkat Laut dan Awan, Indonesia Masih Aman dari Gelombang Panas

Pemerintah
Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Basuki Ngaku Terinspirasi Xi Jinping Soal Manajemen Air

Pemerintah
Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Tutup WWF ke-10, Basuki Serahkan Penyelenggaraan Selanjutnya ke Arab Saudi

Pemerintah
Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Perpamsi Usulkan Pembentukan Undang-undang hingga Kementerian Air dan Sanitasi

Pemerintah
Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

Efisiensi Energi Global Perlu Naik 2 Kali Lipat pada 2030

LSM/Figur
Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Indonesia dan Portugal Kolaborasi untuk Penyediaan Air hingga Sanitasi

Pemerintah
Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Sampah Plastik Lokal Bisa Lintas Samudera, Terbawa sampai Madagaskar

Pemerintah
Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pengembangan Akses Air Minum dan Sanitasi Tahap I Serap Rp 3 Triliun

Pemerintah
Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

Separuh Hutan Mangrove di Dunia Terancam Rusak karena Ulah Manusia

LSM/Figur
Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Penemuan Baru, Coklat yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

LSM/Figur
Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Akselerasi SDGs, World Water Forum Sepakati Komitmen Baru Pengelolaan Wilayah Sungai

Pemerintah
Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Air dan Sanitasi Indonesia Dinilai Mirip Portugal 30 Tahun Lalu

Pemerintah
KESDM: Efisiensi Energi RI Cukup Baik Dibandingkan Anggota G20

KESDM: Efisiensi Energi RI Cukup Baik Dibandingkan Anggota G20

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com