Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 22 April 2024, 18:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com- Menyadari pentingnya pengurangan sampah plastik, APP Group melalui produknya Foopak menjalin kolaborasi dengan The RunCzech Marathon 2024 Series, sebuah ajang lari internasional.

Kolaborasi ini bertujuan mendukung upaya pengurangan sampah plastik, baik secara nasional maupun global.

Dalam kegiatan ini, Foopak dengan produk Bio Natura menyediakan setengah juta gelas bebas plastik di setiap refreshment booth untuk 10 lomba yang berada di bawah naungan RunCzech Marathon. Hal ini termasuk Prague International Marathon, Mattoni Series, Birell, hingga Adidas Run.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama kedua pihak terhadap pengurangan sampah plastik. Gelas yang digunakan bebas plastik dan dapat terurai secara alami (compostable), sehingga menjadi solusi ramah lingkungan yang ideal untuk acara olahraga berskala besar.

Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik. Dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Komitmen RunCzech terhadap keberlanjutan selaras dengan rangkaian produk inovatif Foopak untuk kemasan makanan dan minuman berbasis kertas," tegas Sales and Product Manager Foopak Eropa, Jesin Thomas (22/4/2024).

Dia menjelaskan, produk Foopak dibuat dari bahan berkelanjutan, tidak hanya dapat dibuat kompos, bebas plastik, dan dapat terurai secara alami tetapi juga penggunaan yang serbaguna.

Baca juga: Cerita Para Kartini Jalankan Bisnis yang Ramah Lingkungan

"Ajang lari ini menjadi aksi kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat," tambah Jesin Thomas.

"Ini adalah pertama kalinya kami berkolaborasi dengan RunCzech, dan APP merasa terhormat menjadi bagian dari acara ini, menindaklanjuti dukungan kami melalui gelas minum ramah lingkungan," tambahnya.

Acara olahraga berkelanjutan dan ramah lingkungan

 

Foopak menyediakan setengah juta gelas bebas plastik di setiap refreshment booth untuk 10 lomba yang berada di bawah naungan RunCzech Marathon. DOK. FOOPAK Foopak menyediakan setengah juta gelas bebas plastik di setiap refreshment booth untuk 10 lomba yang berada di bawah naungan RunCzech Marathon.

Hal senada diungkapkan RunCzech’s project Manager Lukas Dockal. “RunCzech berkomitmen menjadi penyelenggara acara olahraga yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini adalah topik yang ingin kami fokuskan sejalan dengan Strategi Keberlanjutan Atletik Dunia," jelasnya.

Dia menjelaskan, RunCzech menyelenggarakan ajang lari populer di Italia, Turki, dan Jerman, dan juga merupakan anggota pendiri SuperHalfs Marathons di seluruh Eropa.

"Kami berterima kasih kepada APP Group atas dukungan mereka dengan menyediakan gelas minum ramah lingkungan yang membantu mewujudkan tujuan keberlanjutan lari ini,” ungkap Lukas.

Rangkaian lomba Maraton RunCzech ini akan diadakan mulai April hingga Oktober 2024 di seluruh Republik Ceko.

Foopak memulai kerjasamanya dengan menyediakan 120.000 gelas bebas plastik untuk event pertama, yaitu Prague Half Marathon pada 6 April 2024.

Event pertama dari seri ini, yang juga merupakan Prague Half Marathon ke-24, bertujuan mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan dukungan kepada beberapa organisasi amal.

Baca juga: Gedung Kantor Ramah Lingkungan Lebih Diminati

Di antaranya adalah organisasi yang berfokus pada bantuan untuk orang-orang dengan gangguan penglihatan, anak-anak dan pasien geriatrik, serta pasien dengan sklerosis multipel.

Event ini dihadiri 15.500 peserta dari seluruh dunia, dengan gelas Foopak Bio Natura tersedia di sepanjang rute lomba.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Pemerintah
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
LSM/Figur
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
LSM/Figur
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Pemerintah
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Swasta
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau