Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
HILIRISASI INDUSTRI

Dukung UMKM dan BUMDes Desa Bunta, PT GNI dan PT SEI Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Kompas.com, 11 Juni 2024, 17:44 WIB
Sheila Respati

Penulis

KOMPAS.com – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) berkomitmen mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menggelar pelatihan untuk pelaku usaha di Kolonodale, Petasia Timur, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin (3/6/2024) hingga Jumat (7/6/2024).

Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan terlaksana atas kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng DAN dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bunta dan Desa Bungintimbe. Pada pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR) tersebut PT GNI juga turut menggandeng PT Stardust Estate Investment (SEI).

Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kewirausahaan kelompok binaan CSR perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mendukung salah satu poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pekerjaan yang produktif, dan pekerjaan layak.

“Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan, seperti pada tujuan ke-8 dari SDGs,” kata Mellysa dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/6/2024).

Baca juga: Dukung Pemerintah Tekan Stunting, PT GNI dan PT SEI Berikan Makanan Tambahan dan Bangun Kebun Gizi untuk Balita serta Ibu Hamil

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama dengan pemerintah dilakukan untuk memastikan relevansi pelatihan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak berkelanjutan.

Selain itu, Mellysa menambahkan melalui pelatihan ini diharapkan kemandirian ekonomi dan memperkuat jaringan usaha lokal kelompok binaan CSR PT GNI meningkat.

“Kami berharap pelatihan kewirausahaan ini dapat menciptakan usaha-usaha baru yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar serta mengembangkan ekonomi lokal yang lebih dinamis dan berkelanjutan,” tambah Mellysa.

Sebagai informasi, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), ada sekitar 66 juta pelaku UMKM di Indonesia pada 2021.

Para pelaku UMKM bahkan mampu menyumbang hingga 61 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) dan mempekerjakan sekitar 117 juta orang atau setara 97 persen dari total tenaga kerja.

Program pengembangan UMKM yang menyeluruh

Setidaknya ada 15 peserta yang mengikuti Pelatihan Kewirausahaan PT GNI dan PT SEI bersama Disnakertrans Sulteng. Mereka diberikan pelatihan tentang produktivitas, motivasi, dan manajemen bisnis yang efektif, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran.

Instruktur Ahli Pertama Disnakertrans Sulteng Rinsen Riga mengatakan, Pelatihan Kewirausahaan yang dilakukan sangat penting untuk membantu pelaku UMKM agar dapat mengelola usaha yang baik dan menciptakan produk berkualitas.

“Kami hadir untuk membantu peserta dalam memahami aspek-aspek penting dalam berwirausaha. Kami juga salut dengan upaya PT GNI dan PT SEI yang menjalankan program CSR demi membantu UMKM, mulai dari perizinan, pelatihan, hingga pemasaran,” kata Rinsen.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk pemberdayaan ekonomi. DOK. PT GNI Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk pemberdayaan ekonomi.

Rinsen juga sangat mengapresiasi PT GNI dan PT SEI karena telah mengadakan program CSR. Ia pun berharap agar apa yang dilakukan PT GNI dan PT Sei dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Sebab, selain membantu mengurangi pengangguran, program CSR sangat bermanfaat untuk membantu UMKM agar bisa berkembang.

“Saya salut karena PT GNI dan PT SEI menjalankan program ini dengan totalitas. Harapan kami, semoga program seperti ini dapat terus dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Rinsen.

Apresiasi juga disampaikan oleh salah satu peserta, Rizka. Ia mengaku sangat antusias mengikuti Pelatihan Kewirausahaan.

Baca juga: Gandeng Milenial Indonesia Menanam, PT GNI Targetkan 1 Juta Penamanan Pohon di Area Smelter

Rizka, yang juga Sekretaris BUMDes Desa Bunta, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus karena dapat menambah ilmu dan wawasan tentang kewirausahaan bagi para pelaku UMKM.

“Materi yang disampaikan sangat menarik. Semoga (dengan pelatihan ini) unit usaha kami dapat lebih berkembang. Saya sangat berterima kasih kepada PT GNI dan PT SEI,” ujar Rizka. (Rindu P Hestya)

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Pemerintah
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
LSM/Figur
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pemerintah
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Pemerintah
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Pemerintah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Pemerintah
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
LSM/Figur
Limbah Cair Sawit dari RI Diterima sebagai Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan
Limbah Cair Sawit dari RI Diterima sebagai Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan
LSM/Figur
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
Pemerintah
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
LSM/Figur
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
Pemerintah
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
Pemerintah
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
LSM/Figur
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
LSM/Figur
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau