Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
HILIRISASI INDUSTRI

Gandeng Milenial Indonesia Menanam, PT GNI Targetkan 1 Juta Penamanan Pohon di Area Smelter

Kompas.com, 22 Mei 2024, 15:44 WIB
Tim Konten,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama Milenial Indonesia Menanam (MIM) melakukan pembibitan dan penanaman 40.000 pohon yang terdiri dari alpukat, durian dan mangga di area smelter.

Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo menjelaskan, pembibitan dan penanaman ini tidak hanya dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area smelter, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor industri smelter, GNI menyadari pentingnya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan asri. Kegiatan pembibitan seperti ini memberikan manfaat ekologis yang signifikan, seperti penyerapan karbon, pengurangan polusi udara, dan peningkatan kualitas tanah,” ungkap Mellysa dikutip dari rilis, Rabu (22/5/2024).

Proses pembibitan disebut Mellysa akan terus dilakukan hingga mencapai satu juta pohon. Selain itu, kolaborasi bersama MIM juga diharapkan mampu memberikan contoh bahwa anak muda dapat memberikan peran strategis dalam industri smelter.

Sebagai informasi, MIM merupakan perkumpulan anak-anak muda yang berasal dari generasi milenial. Melalui berbagai aksi nyata, MIM telah berhasil menggerakkan para milenial untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam

Dalam proyek ini, MIM ikut terlibat dalam tahap perencanaan, penanaman, hingga pemeliharaan pohon-pohon yang ditanam.

“Dengan semangat inovasi dan kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu lingkungan, MIM menjadi mitra yang ideal dalam program ini. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas,” imbuh Mellysa.

Sementara itu, Ketua Umum MIM Achyar Al Rasyid menuturkan bahwa kolaborasi MIM dengan PT GNI menjadi bukti bahwa hilirisasi industri tetap dilakukan denganmemperhatikan dan melindungi lingkungan.

“Ini merupakan bukti bahwa hilirisasi industri yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tetap memperhatikan rencana keberlanjutan terhadap lingkungan. Industri smelter juga menerima ide-ide segar dari anak-anak, khususnya ide terkait penghijauan yang sarat akan nilai-nilai ekologis yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui target satu juta tanaman tersebut, Achyar berharap, kolaborasi kedua belah pihak dapat memberikan dampak nyata dan berlangsung secara berkelanjutan.

“PT GNI dapat terus menjalankan produksinya hingga masa depan karena aspek ekologisnya di area smelter dapat dipenuhi. MIM juga berharap kolaborasi ini dapat terus belanjut karena penanaman pohon membutuhkan dukungan penuh dari kedua belah pihak,” jelas Achyar.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Pemerintah
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
LSM/Figur
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
LSM/Figur
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
Pemerintah
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
Swasta
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Pemerintah
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Swasta
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pemerintah
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
Pemerintah
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Pemerintah
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Pemerintah
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
LSM/Figur
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
Pemerintah
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau