Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WWF: 11 Bank di Indonesia Mulai Adaptasi Keuangan Hijau

Kompas.com - 26/02/2025, 16:57 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - WWF Indonesia mencatat, ada 11 bank di dalam negeri yang mulai mengembangkan green finance atau keuangan hijau untuk mendukung tujuan lingkungan berkelanjutan.

Sustainable Finance Lead WWF Indonesia, Rizkia Sari Yudawinata, mengatakan bahwa angka tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan asesmen terhadap bank BUMN, bank daerah, hingga bank syariah.

"Di Indonesia sendiri sudah ada 72 persen dari bank yang kami evaluasi, yakni 11 bank itu telah mengembangkan green financial products. Rinciannya ada yang punya link loan, supply chain finance, green mortgage, dan financing untuk renewable energy," ujar Rizkia dalam acara 2025 Sustainable Finance Update di Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025).

Lembaga keuangan ini turut mengembangkan produk yang mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, berdasarkan laporan Sustainable Banking Assessment (Susba) 2023 WWF melaporkan baru empat yang memiliki komitmen untuk mencapai net-zero.

Rizkia menyebut, WWF telah menyusun sejumlah rekomendasi agar bank bisa menerapkan perbankan berkelanjutan.

Pertama, bank harus menyesuaikan tujuan bisnisnya termasuk memperluas jejaring dengan pihak yang memahami isu keberlanjutan.

"Kedua adalah kebijakan, ketika memang sudah mempunyai strategi, sudah punya visi, misi tentu ini perlu diartikulasikan ke dalam kebijakannya sebagai salah satu indikator efektivitas kebijakannya. Sehingga mereka tahu bagaimana menavigasikan nasabah atau kliennya," jelas dia.

Kemudian, bank harus memperhatikan manajemen risiko, unit bisnis hingga kerja sama lintas divisi untuk meningkatkan kapasitas. Lainnya, mengembangkan produk yang searah dengan target keberlanjutan dan melakukan manajemen risiko terkait iklim dan alam.

"Di tahap implementasi, mereka mulai mengembangkan kebijakan-kebijakannya. Selanjutnya adalah increasing impact, di mana mereka sudah mulai proaktif untuk menjangkau kliennya," papar Rizkia.

Baca juga: Lembaga Keuangan Diminta Setop Pembiayaan Wacana Ekspansi Batu Bara  

Terakhir, bank perlu berkomitmen mencapai target net zero. Menurut Rizkia, hampir seluruh bank-bank di negara ASEAN dan Asia Timur, yaitu Jepang dan Korea Selatan, melebihi 85 persen dari kriteria Susba.

Susba merupakan penilaian komprehensif terkait integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola/environmental, social, and governance (ESG) terhadap bank di negara-negara ASEAN dan 10 bank besar di Jepang serta Korea Selatan. 

"Dari sisi tingkat implementasi juga rata-rata perbankan sudah mulai. Perbankan di negara-negara tentu sudah mencapai lebih dari 50 persen termasuk di Indonesia. Biasanya kebanyakan punya di (industri) sawit, forestry, ataupun energi," tutur dia.

Dalam kesempatan tersebut, Rizkia juga menyingung soal pentingnya keuangan berkelanjutan bagi lembaga keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan keuangan berkelanjutan sebagai

Ekosistem yang mencakup kebijakan, regulasi, produk, transaksi, dan jasa keuangan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial.

OJK bersama Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan pada tahun 2014 yang berfokus pada pengintegrasian faktor-faktor ESG dalam sektor perbankan dan lembaga keuangan non bank.

"Peran sektor keuangan berkelanjutan dapat dilihat juga pada kebutuhan pembiayaan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar Rp 122.000 triliun untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," terang Rizkia.

Baca juga: Halal dan Tayib, Keuangan Syariah Jadi Solusi Pembiayaan Iklim

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya

Retret di Magelang, Kepala Daerah Diminta Selesaikan Masalah Kemiskian Ekstrem

Retret di Magelang, Kepala Daerah Diminta Selesaikan Masalah Kemiskian Ekstrem

Pemerintah
Lestari Award 2025: Panggung Inspirasi Keberlanjutan Kini Jangkau UMKM dan Regional Asia

Lestari Award 2025: Panggung Inspirasi Keberlanjutan Kini Jangkau UMKM dan Regional Asia

Swasta
Permintaan Makin Tinggi, Ilmuwan Kembangkan Aluminium Berkelanjutan

Permintaan Makin Tinggi, Ilmuwan Kembangkan Aluminium Berkelanjutan

Pemerintah
Kabut Berpotensi Jadi Sumber Baru Air untuk Atasi Kekeringan

Kabut Berpotensi Jadi Sumber Baru Air untuk Atasi Kekeringan

Pemerintah
WWF: 11 Bank di Indonesia Mulai Adaptasi Keuangan Hijau

WWF: 11 Bank di Indonesia Mulai Adaptasi Keuangan Hijau

LSM/Figur
Lepas Liar Satwa ke Alam Bisa Bantu Kurangi CO2, Kok Bisa?

Lepas Liar Satwa ke Alam Bisa Bantu Kurangi CO2, Kok Bisa?

LSM/Figur
Lestari Awards 2025: Merangkul Lebih Banyak, Berjalan Lebih Jauh

Lestari Awards 2025: Merangkul Lebih Banyak, Berjalan Lebih Jauh

Pemerintah
Bukan Makan Siang Bergizi Gratis, Papua Lebih Butuh Akses Pendidikan

Bukan Makan Siang Bergizi Gratis, Papua Lebih Butuh Akses Pendidikan

LSM/Figur
Sido Muncul Raih Penghargaan Proper Kategori Emas dan Green Leadership Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup

Sido Muncul Raih Penghargaan Proper Kategori Emas dan Green Leadership Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup

BrandzView
Danantara Bisa Percepat Transisi Energi dengan Duitnya, Asal...

Danantara Bisa Percepat Transisi Energi dengan Duitnya, Asal...

LSM/Figur
Aspal Plastik Diklaim Lebih Stabil, Solusi Sampah dan Jalan Berlubang?

Aspal Plastik Diklaim Lebih Stabil, Solusi Sampah dan Jalan Berlubang?

Pemerintah
Atasi Sampah Plastik, KLH Desak Produsen Pilih Kemasan Mudah Didaur Ulang

Atasi Sampah Plastik, KLH Desak Produsen Pilih Kemasan Mudah Didaur Ulang

Pemerintah
Murah tapi Sulit Didaur Ulang, Alasan Sampah Gelas Plastik AMDK Membludak

Murah tapi Sulit Didaur Ulang, Alasan Sampah Gelas Plastik AMDK Membludak

Swasta
KLH Pantau 343 TPA 'Open Dumping' yang Tidak Kelola Sampah

KLH Pantau 343 TPA "Open Dumping" yang Tidak Kelola Sampah

Pemerintah
Danantara Perlu Dorong Produksi 'Green Steel', Ubah PLN Jadi Net Zero

Danantara Perlu Dorong Produksi "Green Steel", Ubah PLN Jadi Net Zero

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau