JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi ikan naik dari 0,6 ton menjadi 140 ton per tahun setelah merevitalisasi tambak di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
KKP memastikan, revitalisasi mengedepankan sistem budi daya ramah lingkungan. Setiap kawasan akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta kawasan vegetasi sebagai filter alami untuk menjaga ekosistem laut.
"Volume produksi bisa mencapai 1,18 juta ton dengan nilai sekitar Rp 30,65 triliun serta membuka lapangan kerja bagi lebih dari 119.000 orang di sektor hulu dan hilir,” kata Direktur Ikan Air Laut KKP, Ikhsan Kamil, dalam keterangannya, Sabtu (12/7/2025).
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyebut pihaknya turut menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar agar revitalisasi tambak Pantura manjadi bagian Program Strategi Nasional (PSN).
Baca juga: Pemerintah Bakal Revitalisasi Tambak dan Bangun Hutan Mangrove di Pantura
Nantinya, pemda akan membantu menyosialisasikan kepada masyarakat, mendata penggarap tambak, menciptakan iklim investasi, serta mempermudah proses perizinan sesuai aturan.
“Setelah penandatanganan nota kesepakatan, kami langsung melanjutkan dengan sinergi perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan budi daya perikanan," kata Haeru.
Sebelumnya, Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan program revitalisasi tambak Pantura bertujuan mengubah lahan tambak tidak produktif menjadi kawasan budi daya perikanan bernilai tinggi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Penataan akan mencakup zona budi daya, zona pendukung, dan zona penghijauan. Program tersebut diharapkan dapat menarik investor untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendukung.
Dia mencatat luasan Pantura Jawa yang telah rusak mencapai 78.558 hektare. Kerusakan itu disebabkan tambak yang terbangun sejak puluhan tahun lalu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya