Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WAHU Hub Diresmikan, Warga Bisa Tukar Sampah Plastik Jadi Uang

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 13:08 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - WAHU Hub resmi dibuka di Super Indo Cipondoh, Tangerang, Jumat (26/9/2025). Ini merupakan pusat pengumpulan dan pemilahan sampah dengan sistem insentif pencairan tunai bagi warga yang menyetorkan plastik.

Inisiatif tersebut menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas sekaligus mendorong kampanye Jaga Sungai Tetap Bersih di wilayah Tangerang.

Co Founder WAHU, Michiel Renoud, menyebutkan WAHU Hub bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Multi Bintang untuk mendukung agenda keberlanjutan global termasuk Sustainable Development Goals (SDGs). Sementara Super Indo menjadi tuan rumah bagi hub pengumpulan sampah itu.

“Sangat penting bagi yayasan, pemerintah, pemilik bisnis seperti WAHU untuk bekerja sama mengumpulkan pendanaan bersama-sama untuk meyakinkan inisiatif ini tidak berlangsung singkat," ujar Michiel dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: IESR Sebut Perlu Stimulus Pembiayaan Waste to Energy Atasi Darurat Sampah

"Karena itu, kami ingin memastikan model bisnis ini bisa terus berlanjut lintas generasi. Keuntungan yang kami peroleh akan diinvestasikan kembali untuk menjamin keberlanjutan generasi yang akan datang," imbuh dia.

Keberadaan WAHU Hub di Cipondoh disebut menjawab permasalahan pengelilaan sampah rumah tangga yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), saluran air, atau dibakar secara terbuka. Di kawasan Poris Gaga dan Poris Cipondoh tingginya penggunaan plastik sekali pakai serta keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah memperparah permasalahan ini.

Lurah Cipondoh mengakui bahwa masih banyak praktik membuang sampah sembarangan. Warga pun kerap membuangnya ke jalanan begitu saja.

“Edukasi harus masuk sampai ke level paling bawah, dari RT, RW, hingga masyarakat. Pemerintah tidak bisa bergerak sendirian, perlu dukungan dari komunitas, swasta, dan masyarakat itu sendiri,” ucap dia.

Edukasi Pengelolaan Sampah

Lembaga swadaya masyarakat lingkungan, Veritas Edukasi Lingkungan (VEL), turut mengedukasi pengelolaan sampah ke komunitas di Poris Gaga dan Poris Cipondoh. Melalui lokakarya, VEL melatih warga mengurangi, memilah plastik, hingga mengoperasikan aplikasi WAHU.

Baca juga: Banjir Bali, Menteri LH Beri 3 Bulan bagi Hotel Berbintang untuk Benahi Manajemen Sampah

Co Founder VEL, Benedict Wermter, yang akrab dikenal sebagai Bule Sampah menuturkan tantangan terbesar pengelolaan sampah ialah membangun aksi nyata setiap individu setiap harinya.

“Masyarakat sebenarnya sudah memiliki kemauan untuk mencari informasi dan juga keinginan untuk berubah. Namun, tantangan terbesar ada pada pembentukan kebiasaan sehari-hari," ucap Benedict.

Dia menyarankan target pengurangan sampah 10–15 persen setiap harinya. Selain itu, edukasi perlu diperkuat tidak hanya melalui kegiatan offline, tapi juga di ranah digital.

“Bukan hanya berhenti di kegiatan bersama komunitas secara offline, tapi aksi bersama juga harus ekspansi ke lingkup online, sehingga ada perubahan perilaku jangka panjang. Aplikasi belajar sampah seperti SampApp dapat menjadi platform belajar tersebut,” katanya.

Dengan dukungan berbagai pihak, dari penyedia fasilitas, dunia usaha, lembaga edukasi, hingga tokoh masyarakat, WAHU Hub Cipondoh diharapkan dapat menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Momentum ini juga menegaskan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi bisa menjadi peluang untuk membangun lingkungan yang lebih sehat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. WAHU Hub diharapkan dapat memperluas cakupan lokasinya sebagai model gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Baca juga: IESR Sebut Perlu Stimulus Pembiayaan Waste to Energy Atasi Darurat Sampah

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Paus Bungkuk Makin Sering Terjerat Jaring, Laut Memanas Jadi Pemicu
Paus Bungkuk Makin Sering Terjerat Jaring, Laut Memanas Jadi Pemicu
LSM/Figur
Waktu Berbunga Tanaman Tropis Bergeser akibat Perubahan Iklim
Waktu Berbunga Tanaman Tropis Bergeser akibat Perubahan Iklim
LSM/Figur
Studi: Zat Kimia dari Layar Elektronik Menumpuk di Organ Lumba-lumba
Studi: Zat Kimia dari Layar Elektronik Menumpuk di Organ Lumba-lumba
LSM/Figur
Isu SDGs Masih Minim Dikenal, Alumni SDG Academy Indonesia Terjun ke Sekolah
Isu SDGs Masih Minim Dikenal, Alumni SDG Academy Indonesia Terjun ke Sekolah
Swasta
Hiruk Pikuk Kapal Ubah Perilaku Populasi Megafauna Laut
Hiruk Pikuk Kapal Ubah Perilaku Populasi Megafauna Laut
Pemerintah
Siswa SMAN 2 Balikpapan Ciptakan VisionRun Smart Glasses, Bantu Tunanetra Joging Lebih Aman
Siswa SMAN 2 Balikpapan Ciptakan VisionRun Smart Glasses, Bantu Tunanetra Joging Lebih Aman
LSM/Figur
Optimasi Penataan Rak di Toko Ritel Bisa Turut Kurangi Sampah Makanan
Optimasi Penataan Rak di Toko Ritel Bisa Turut Kurangi Sampah Makanan
LSM/Figur
Laut yang Memanas Bisa Bikin Populasi Ikan Menghilang
Laut yang Memanas Bisa Bikin Populasi Ikan Menghilang
LSM/Figur
Aeon Group dan Baznas Sinergi Pulihkan Layanan Pendidikan dan Kesehatan Pascabencana Sumatra
Aeon Group dan Baznas Sinergi Pulihkan Layanan Pendidikan dan Kesehatan Pascabencana Sumatra
Swasta
Tren Micro-Retirement, Upaya Gen Z Pulih dari Burnout
Tren Micro-Retirement, Upaya Gen Z Pulih dari Burnout
LSM/Figur
OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim
OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim
Pemerintah
UNICEF Gandeng DBS Foundation untuk Tingkatkan Kesejahteraan Anak di NTT
UNICEF Gandeng DBS Foundation untuk Tingkatkan Kesejahteraan Anak di NTT
LSM/Figur
Belajar dari Pencemaran Sungai Cisadane, Reproduksi Ikan Bisa Terancam
Belajar dari Pencemaran Sungai Cisadane, Reproduksi Ikan Bisa Terancam
LSM/Figur
Perlu Strategi Terpadu Atasi 65 Persen Sampah Nasional yang Belum Terkelola
Perlu Strategi Terpadu Atasi 65 Persen Sampah Nasional yang Belum Terkelola
LSM/Figur
PLTM Kukusan 2 di Lampung Beroperasi, Produksi Listrik 35,02 GWh per Tahun
PLTM Kukusan 2 di Lampung Beroperasi, Produksi Listrik 35,02 GWh per Tahun
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau