Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa

Kompas.com, 12 Desember 2025, 19:56 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com - Tantangan gizi dan bencana alam masih menjadi persoalan besar bagi banyak desa di Indonesia, terutama di wilayah yang sering terdampak banjir.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan anak.

Stunting, misalnya, sering diperburuk oleh penyakit infeksi dan rendahnya asupan gizi.
Secara nasional, prevalensi stunting masih berada di angka sekitar 19,8 persen pada 2024.

Meski mengalami penurunan, angka ini tetap menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan upaya intensif di tingkat keluarga dan komunitas.

Dalam situasi seperti itu, ketahanan pangan menjadi faktor yang sangat menentukan. Banjir yang berulang dapat merusak lahan pertanian, mengurangi hasil panen, dan menekan pendapatan keluarga petani.

Baca juga: Lewat Program Kosabangsa 2025, Unizar-UB Beri Pelatihan Warga Lombok Utara Ubah Limbah Sapi dan Porang Jadi Potensi Ekonomi Baru

Ketika akses makanan bergizi menjadi terbatas, kerentanan terhadap masalah gizi pun meningkat. Oleh sebab itu, inovasi dalam sistem pertanian adaptif dan edukasi gizi menjadi kunci untuk membantu masyarakat tetap produktif dan sehat meski berada dalam kondisi lingkungan yang tidak stabil.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat kini semakin penting untuk menjawab tantangan tersebut. Pelatihan, edukasi kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital terbukti membantu warga memahami risiko stunting, pola makan bergizi, hingga praktik pertanian yang tahan bencana.

Keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan edukatif juga mendukung perubahan perilaku yang lebih bertahan lama, karena masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga kesehatan dan ketahanan lingkungan mereka.

Baca juga: Kolaborasi Universitas Islam Al-Azhar dan Universitas Brawijaya melalui Program Kosabangsa 2025, Wujud Nyata Pemberdayaan Nelayan Lombok Utara

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Hibah Kosabangsa menjadi salah satu inisiatif yang menerapkan pendekatan tersebut di Desa Penggalaman. Program ini dilaksanakan oleh tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai pendamping, berlangsung sejak September hingga Desember 2025 dengan dukungan pendanaan dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan kontrak No. 223/C3/DT.05.00/PM-kosabangsa/2025. Dua kelompok di desa (PKK dan Kelompok Tani Berkat Maju) menjadi mitra utama kegiatan.

Program bertema “Desa Tangguh Stunting dan Bencana Banjir” tersebut berfokus pada intervensi gizi spesifik-sensitif, pemanfaatan tanaman herbal, serta strategi pertanian adaptif.

Ketua tim pelaksana, apt. Dita Ayulia Dwi Sandi, M.Sc., bersama anggota tim apt. Hayatun Izma, M.Pharm.Sci. dan M Irwan Setiawan, M.Gz, menjelaskan bahwa kegiatan diarahkan untuk menjawab dua masalah utama warga.

“Kegiatan ini melibatkan dua mitra di Desa Penggalaman dengan permasalahan berbeda, yaitu kelompok PKK dengan isu stunting serta kelompok tani dengan kendala pertanian yang sering terdampak banjir. Melalui kolaborasi dua universitas, kami memberikan intervensi berbasis teknologi digital dan tanaman herbal untuk pencegahan stunting, serta solusi pertanian adaptif sebagai alternatif ketika lahan terendam banjir,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: Unizar Berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Lombok Utara melalui Program Kosabangsa

Ketua tim pendamping, Prof Dr dr Swandari Paramita, M.Kes, bersama Dr dr Sjarif Ismail, M.Kes, dan Dr Ike Anggraeni Gunawan, M.Kes, mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Untuk kelompok PKK, rangkaian pelatihan mencakup edukasi stunting dan anemia, penggunaan aplikasi TASTING, pembuatan menu MPASI, pelatihan pengukuran antropometri, serta pengolahan minuman herbal dan cookies temulawak madu. Sementara itu, kelompok tani menerima pelatihan hidroponik, pengemasan produk, penentuan harga, serta budidaya TOGA vertikuler yang tahan banjir.

Sebanyak 20 anggota PKK dan 22 anggota kelompok tani mengikuti kegiatan ini.

“Melalui kegiatan pengabdian ini kami banyak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan bar,” ujar salah stau peserta.

Baca juga: Program Kosabangsa Wujudkan Kemandirian Desa Sungkai Baru melalui Inovasi Pangan dan Kesehatan Terpadu

Tim juga menyerahkan beragam output program, mulai dari modul pelatihan, aplikasi TASTING, alat produksi minuman herbal dan cookies, bahan MPASI, alat antropometri, instalasi hidroponik, rak vertikuler, hingga bibit dan pupuk.

Kepala Desa Penggalaman, Nur Ipansyah, menyampaikan apresiasi atas pendampingan tersebut.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi langsung kepada masyarakat guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada,” ujarnya.

Sebanyak 10 mahasiswa dari program studi farmasi dan kesehatan masyarakat turut terlibat dalam edukasi dan monitoring kegiatan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau