Diberitakan sebelumnya, petugas gabungan melepasliarkan tiga individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Badul, Korwas, dan Asoka ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR), Resort Mentatai, Menukung, Melawi, Kalimantan Barat.
Kawasan ini dianggap aman bagi orangutan karena berstatus kawasan konservasi yang mendapat pengawasan rutin melalui patroli Balai TN Bukit Baka Bukit Raya.
“Setiap orangutan yang kami lepasliarkan telah melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat dan rutin selama masa rehabilitasi," ucap Manager Animal Management Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Andini Nurillah, Minggu (21/12/2025).
"Badul, Korwas, dan Asoka menunjukkan kondisi fisik yang baik, kesehatan yang stabil, serta perilaku yang mendukung keberhasilan hidup di alam liar,” imbuh dia.
Ketiga orangutan tersebut menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penimbangan bobot badan rutin, dan verifikasi identitas satwa melalui microchip.
Setelah pelepasliaran, tim gabungan YIARI dan Balai TN Bukit Baka Bukit Raya bakal memantau kondisi ketiganya guna memastikan proses adaptasi berjalan baik.
Pemantauan mencakup kemampuan individu menemukan pakan, membuat sarang, dan mempertahankan perilaku liar di lingkungan barunya. Orangutan merupakan penyebar biji dan pembuka ruang bagi tumbuhan hutan.
Penambahan individu orangutan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat populasi orangutan kalimantan dalam jangka panjang sekaligus menjaga kelestarian hutan di TN Bukit Baka Bukit Raya.
Badul, Korwas, dan Asoka adalah orangutan yang dititipkan BKSDA Kalimantan Barat di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Desa Sungai Awan Kiri, Ketapang.
Tujuannya, mengembalikan perilaku alami agar mereka mampu mencari pakan, menjelajah, membuat sarang, membangun kembali perilaku liar, dan menjaga jarak dari manusia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya