Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Orangutan Dilepasliar ke TN Tanjung Puting Kalimantan Tengah

Kompas.com, 29 Desember 2025, 09:35 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni melepasliar dua individu orangutan bernama Douglas Soledo dan Robina di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Douglas merupakan orangutan jantan berusia 17 tahun, sedangkan Robina berjenis kelamin betina yang berusia 25 tahun. Kedua satwa dilindungi tersebut telah menjalani rehabilitasi panjang sebelum dinyatakan siap kembali ke alam liar.

Baca juga:

“Saya melakukan pelepasliaran dua individu. Ya, itulah rumah mereka, rimba raya. Kita jaga habitat orangutan supaya nanti anak cucu kita masih bisa bersama orangutan,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

Kementerian Kehutanan melepas liar dua orangutan

Akan memperkuat kerja sama dengan lembaga konservasi

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (15/12/2025).KOMPAS.com/Rahel Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Raja Juli menambahkan, pelepasliaran bukan sekadar memulangkan satwa ke alam, tapi juga menuntut tanggung jawab bersama untuk memastikan hutan tetap lestari dan aman dari berbagai ancaman. Termasuk perambahan liar ataupun perusakan habitat.

Dalam kegiatan tersebut, Raja Juli juga mendatangi Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) di Desa Pasir Panjang, yang dikelola Orangutan Foundation International (OFI).

Fasilitas OFI merawat 320 anak orangutan yatim, sekaligus menjadi pusat karantina, perawatan medis, serta rehabilitasi fisik, mental, serta perilaku sebelum dilepasliarkan ke habitat alami.

Raja Juli menjelaskan, OFI merupakan lembaga konservasi internasional yang didirikan Birute Mary Galdikas sejak 1986, dengan fokus utama pada penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran orangutan, dan perlindungan habitatnya.

Lembaga ini telah bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Taman Nasional Tanjung Puting, hingga aparat penegak hukum.

“Bu Birute setahun yang lalu ketemu saya di kantor ini hasil karya beliau bersama teman-teman di balai, luar biasa. Spirit (semangat) beliau selama 50 tahun ini perlu kita pertahankan untuk menjaga orangutan dan habitatnya,” tutur dia.

Kementerian Kehutanan menegaskan akan terus memperkuat kerja sama dengan lembaga konservasi, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam memastikan upaya perlindungan orangutan dan ekosistemnya.

Baca juga: 

Tiga orangutan kembali ke hutan

Tiga individu orangutan hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), wilayah kerja Resort Mentatai, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar). DOK YIARI Tiga individu orangutan hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), wilayah kerja Resort Mentatai, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar).

Diberitakan sebelumnya, petugas gabungan melepasliarkan tiga individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Badul, Korwas, dan Asoka ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR), Resort Mentatai, Menukung, Melawi, Kalimantan Barat.

Kawasan ini dianggap aman bagi orangutan karena berstatus kawasan konservasi yang mendapat pengawasan rutin melalui patroli Balai TN Bukit Baka Bukit Raya.

“Setiap orangutan yang kami lepasliarkan telah melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat dan rutin selama masa rehabilitasi," ucap Manager Animal Management Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Andini Nurillah, Minggu (21/12/2025).

"Badul, Korwas, dan Asoka menunjukkan kondisi fisik yang baik, kesehatan yang stabil, serta perilaku yang mendukung keberhasilan hidup di alam liar,” imbuh dia.

Ketiga orangutan tersebut menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penimbangan bobot badan rutin, dan verifikasi identitas satwa melalui microchip.

Setelah pelepasliaran, tim gabungan YIARI dan Balai TN Bukit Baka Bukit Raya bakal memantau kondisi ketiganya guna memastikan proses adaptasi berjalan baik.

Pemantauan mencakup kemampuan individu menemukan pakan, membuat sarang, dan mempertahankan perilaku liar di lingkungan barunya. Orangutan merupakan penyebar biji dan pembuka ruang bagi tumbuhan hutan.

Penambahan individu orangutan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat populasi orangutan kalimantan dalam jangka panjang sekaligus menjaga kelestarian hutan di TN Bukit Baka Bukit Raya.

Badul, Korwas, dan Asoka adalah orangutan yang dititipkan BKSDA Kalimantan Barat di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Desa Sungai Awan Kiri, Ketapang.

Tujuannya, mengembalikan perilaku alami agar mereka mampu mencari pakan, menjelajah, membuat sarang, membangun kembali perilaku liar, dan menjaga jarak dari manusia.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau