KOMPAS.com - Di antara gletser yang ada di dunia, peneliti menemukan, Pegunungan Alpen di Eropa dapat bisa mencapai kehilangan gletser tertinggi antara tahun 2033 hingga 2041.
Pada tingkat global, tingkat maksimum hilangnya gletser diperkirakan terjadi sekitar 10 tahun kemudian, serta dapat meningkat dari sekitar 2.000 menjadi sebanyak 4.000 gletser yang menghilang setiap tahunnya.
Baca juga:
Besarnya pemanasan global akan menentukan apakah periode ini menjadi momen ketika lebih banyak gletser yang lenyap dibandingkan waktu-waktu lainnya.
Temuan tersebut merupakan hasil studi sebuah tim peneliti internasional dari ETH Zurich, Institut Federal Swiss untuk Penelitian Hutan, Salju, dan Lanskap (WSL), dan Vrije Universiteit Brussel.
Dalam studi ini, mereka menghitung untuk pertama kalinya berapa banyak gletser di seluruh planet yang menghilang setiap tahun, berapa banyak kemungkinan yang akan bertahan hingga akhir abad ini, serta berapa lama gletser dapat diharapkan untuk bertahan.
“Untuk pertama kalinya, kami telah menetapkan tahun-tahun kapan setiap gletser di bumi akan menghilang,” kata penulis utama studi tersebut, Lander Van Tricht, dikutip dari SciTechDaily, Jumat (2/1/2026).
Studi mengungkap Pegunungan Alpen berpotensi mengalami kehilangan gletser tertinggi di dunia akibat pemanasan global.Sebelumnya, sebagian besar studi berfokus pada berapa banyak total massa es dan luas permukaan yang hilang. Sebaliknya, tim yang dipimpin ETH Zurich berkonsentrasi pada jumlah gletser yang menghilang, di mana letaknya, dan waktu menghilangnya.
Studi yang kemudian dipublikasikan di Nature Climate Change ini menunjukkan bahwa wilayah dengan banyak gletser kecil di ketinggian yang relatif rendah atau dekat dengan khatulistiwa sangat berisiko.
Kelompok ini termasuk di Alpen, Kaukasus, Pegunungan Rocky, dan sebagian Andes dan pegunungan Afrika yang terletak di lintang rendah.
“Di wilayah ini, lebih dari setengah dari semua gletser diperkirakan akan menghilang dalam sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan,” kata Van Tricht.
Baca juga:
Studi mengungkap Pegunungan Alpen berpotensi mengalami kehilangan gletser tertinggi di dunia akibat pemanasan global.Lantas, berapa banyak gletser yang dapat diselamatkan dalam berbagai skenario pemanasan global?
Kecepatan penyusutan gletser sangat terkait dengan tingkat pemanasan global. Untuk mengeksplorasi hal ini, para peneliti menggunakan tiga model gletser global mutakhir dan menguji beberapa skenario iklim masa depan yang berbeda.
Untuk Pegunungan Alpen, mereka menemukan bahwa jika pemanasan dibatasi hingga 1,5 derajat celsius, 12 persen gletser kemungkinan masih akan ada pada tahun 2100.
Kendati demikian, jika pemanasan naik dua derajat celsius maka persentasenya turun menjadi sekitar delapan persen atau tersisa 270 gletser.
Selanjutnya, pada kenaikan suhu empat derajat celsius, hanya sekitar satu persen atau 20 gletser yang diproyeksikan akan tetap ada.
Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Studi mengungkap Pegunungan Alpen berpotensi mengalami kehilangan gletser tertinggi di dunia akibat pemanasan global.Sementara itu, di wilayah pegunungan utama lainnya, salah satunya di Pegunungan Rocky, sekitar 4.400 gletser masih akan tersisa 25 persen dari sekitar 18.000 gletser saat ini dalam skenario suhu 1,5 derajat celsius.
Namun, pada kenaikan suhu empat derajat celsius, hanya sekitar 101 gletser yang akan tersisa atau kehilangan sebesar 99 persen.
Di Andes dan Asia Tengah, sekitar 43 persen gletser akan bertahan pada kenaikan suhu 1,5 derajat celsius.
Namun, dalam skenario kenaikan suhu empat derajat celsius, gambaran berubah secara drastis. Di Andes bakal hanya sekitar 950 gletser yang tersisa, hilang sebesar 94 persen. Sementara itu, di Asia Tengah, sekitar 2.500 gletser akan tersisa, menurun hingga 96 persen.
Baca juga: Pencairan Gletser Ubah Lanskap Dunia, Ini Temuan Baru Ilmuwan
Secara keseluruhan, proyeksi menunjukkan dengan pemanasan global empat derajat celsius, hanya sekitar 18.000 gletser yang akan bertahan di seluruh dunia.
Sementara itu, dengan kenaikan suhu 1,5 derajat celsius, sebanyak 100.000 gletser di dunia akan bertahan.
Studi ini juga memperjelas bahwa jumlah gletser menurun di mana-mana dan tidak ada yang wilayah yang tidak terdampak terhadap penurunan jumlah gletser.
Studi mengungkap Pegunungan Alpen berpotensi mengalami kehilangan gletser tertinggi di dunia akibat pemanasan global.Hilangnya gletser di planet ini pun akan berdampak bagi banyak hal.
Sebelumnya, sebagian besar studi meneliti perubahan massa dan volume gletser, yang sangat krusial untuk memperkirakan kenaikan permukaan laut dan mengelola sumber daya air.
Namun, dalam studi baru ini, peneliti menyampaikan, ketika gletser menghilang sepenuhnya maka hal itu salah satunya dapat berdampak buruk pada pariwisata di suatu wilayah.
Dengan demikian, pencairan gletser akan berdampak besar bagi masyarakat, budaya, dan ekonomi.
Cara pandang baru terhadap hilangnya gletser ini pun dapat membuka perspektif baru bagi para pengambil keputusan politik, bisnis, dan lembaga budaya.
“Setiap gletser terikat pada suatu tempat, sebuah cerita, dan orang-orang yang merasakan kehilangannya,” kata Van Tricht.
Baca juga: Banjir Bandang di Himalaya India Diduga akibat Runtuhnya Gletser
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya