Sebaliknya, deforestasi skala kecil sering kali mewakili perubahan permanen karena lahan yang telah digunduli tersebut diubah menjadi lahan pertanian, jalan, dan desa.
Hal ini terutama terjadi di Amazon, tapi saat ini sebagian besar terpusat di negara-negara berkembang yang kaya hutan di Asia Tenggara dan Afrika.
Studi kemudian menyimpulkan bahwa wilayah tersebut telah kehilangan lebih banyak karbon daripada yang telah mereka serap selama tiga puluh tahun terakhir.
Di sisi lain, hutan kering tropis yang terletak di pinggiran wilayah-wilayah yang lebih lembap ini telah mencapai keseimbangan karbon yang netral. Sebab, sebagian terbantu oleh regenerasi pasca-kebakaran.
Hal ini menekankan pentingnya membiarkan hutan tumbuh kembali setelah terjadi kerusakan, dan menunjukkan bahwa hilangnya karbon bukanlah sesuatu yang tidak dapat dihentikan,
"Jika kita mampu bertindak untuk secara signifikan mengurangi aktivitas yang terkait dengan degradasi dan deforestasi, hutan dapat pulih dengan sangat cepat dan sehingga berubah dari sumber menjadi penyerap karbon," jelas Ciais.
Baca juga: SCG Pangkas Emisi lewat Semen Rendah Karbon dan Efisiensi Energi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya