KOMPAS.com - Generasi Baby Boomer yang lahir tahun 1946–1964 bisa menjadi penentu agenda keberlanjutan sebuah perusahaan, menurut studi terbaru dari Murdoch University.
Studi berjudul "Does Older Mean Better? Analyses of Boards' Influence on Sustainability Performance," ini menganalisis apakah komposisi generasi dewan direksi memengaruhi seberapa baik kinerja perusahaan dalam hal keberlanjutan.
Baca juga:
"Kami menemukan bahwa meskipun generasi (Baby) Boomer memiliki pengaruh positif terhadap FSP (kinerja keberlanjutan perusahaan), anggota Generasi Tradisionalis, Generasi X, dan Generasi Y kurang peduli terhadap FSP," bunyi studi tersebut, dilansir dari Wiley Online Library, Kamis (8/1/2026).
Adapun studi ini dipublikasikan di Business Strategy and the Environment.
Studi internasional menilai Baby Boomer memiliki visi jangka panjang dan pola kolaboratif yang memperkuat kinerja ESG perusahaan.Para peneliti menggunakan data dari 2.162 perusahaan publik di Amerika Serikat. Mereka menilai bagaimana Generasi Tradisionalis (lahir sebelum tahun 1946), Baby Boomer (1946–1964), Generasi X (1965–1981), dan Milenial (1982–2000) memengaruhi keberlanjutan perusahaan.
Keberlanjutan kemudian diukur menggunakan tolok ukur ESG (Environmental, Social, Governance) global dari LSEG, sistem peringkat yang diakui secara internasional yang memberi skor perusahaan berdasarkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola mereka.
Menurut hasil penelitian, dewan direksi yang terdiri dari generasi Baby Boomer menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.
Sementara itu, generasi Tradisionalis, Gen X, dan Milenial dinilai cenderung kurang peduli.
Penulis utama studi ini, Augustine Donkor dari Murdoch Business School, mengatakan bahwa direktur dari generasi Baby Boomer memberikan kombinasi unik antara pengalaman luas dan pemikiran jangka panjang.
Mereka disebut memilik pendekatan yang berorientasi pada konsensus memperkuat preferensi yang kuat untuk kolaborasi.
"Jika perusahaan ingin memperkuat kinerja keberlanjutan mereka, memiliki Baby Boomer di ruang rapat adalah langkah yang cerdas," kata Donkor, dilansir dari Phys.org.
Baca juga:
Menurut Donkor, generasi Baby Boomer membawa visi jangka panjang dan pola pikir kolaboratif yang selaras dengan tujuan lingkungan dan sosial.
Penelitian pun menunjukkan menunjukkan bahwa kehadiran mereka dapat memengaruhi ke arah keputusan yang melindungi planet dan kesuksesan jangka panjang perusahaan.
Donkor mengatakan bahwa temuan mereka menyanggah keyakinan umum bahwa para direktur yang lebih tua meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial semata-mata karena pengalaman dan kematangan mereka.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya