Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan Inklusivitas Masih Hambat Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja

Kompas.com, 23 Januari 2026, 21:15 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,97 juta orang pada 2023.

Dari jumlah tersebut, sekitar 17 juta berada pada usia produktif, namun hanya 45 persen yang bekerja, dengan mayoritas terserap di sektor nonformal.

Sementara itu, data International Labour Organization (ILO) menunjukkan hampir 90 persen penyandang disabilitas di Indonesia belum bekerja atau masih mencari pekerjaan hingga akhir 2024.

Baca juga: Dari Uang hingga Simulasi Keuangan, Ini Cerita Anak Disabilitas Belajar Mandiri lewat FIESTA

Kondisi tersebut mencerminkan masih kuatnya tantangan inklusivitas di dunia kerja, baik dari sisi akses, stigma sosial, maupun minimnya program pemberdayaan yang berkelanjutan. Padahal, penyandang disabilitas dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar jika didukung dengan pendekatan yang tepat.

Pengajar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Grisna Anggadwita, mengatakan keterbatasan utama penyandang disabilitas bukan pada kemampuan, melainkan pada akses dan kesempatan yang belum setara.

“Potensi penyandang disabilitas itu besar, tetapi sering kali tidak tergali karena akses yang terbatas. Dengan kesempatan yang sama, kemampuan mereka bisa setara,” ujar Grisna dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan riset dan pendampingan yang ia lakukan, Grisna menilai pemberdayaan penyandang disabilitas perlu dilakukan secara spesifik dan berkelanjutan, mengingat ragam jenis dan kondisi disabilitas yang berbeda.

Pendekatan yang tidak tepat, termasuk program yang bersifat seremonial tanpa pendampingan lanjutan, justru berpotensi menimbulkan resistensi di kalangan penyandang disabilitas.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang memanusiakan penyandang disabilitas, bukan memperlakukan mereka sebagai objek belas kasihan.

Baca juga: Perubahan Iklim Perparah Kerentanan Anak Disabilitas dan Penderita Kusta

Menurut dia, stigma negatif yang terus melekat dapat memengaruhi kepercayaan diri penyandang disabilitas dan menghambat mereka mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Platform Pembelajaran

Dalam upaya meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas, Grisna bersama tim risetnya mengembangkan platform pembelajaran berbasis digital yang dirancang untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

Platform tersebut memuat materi praktis, seperti pembukuan sederhana dan pengembangan usaha, serta menggunakan pendekatan storytelling dengan menampilkan kisah sukses penyandang disabilitas.

Selain itu, ia juga menginisiasi pengembangan inkubator usaha khusus bagi penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan lembaga pemberdayaan di Yogyakarta.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.

Baca juga: Bus Makin Modern tetapi Belum Inklusif, Perempuan dan Disabilitas Terpinggirkan

Grisna menilai dukungan lintas pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat, sangat dibutuhkan untuk memperluas akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Menurut dia, dukungan tidak selalu berbentuk bantuan finansial, tetapi juga pendampingan, pembinaan, dan penyediaan fasilitas yang inklusif.

“Penyandang disabilitas hanya meminta kesempatan yang sama. Dengan akses dan dukungan yang tepat, mereka sangat mungkin berdaya secara ekonomi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Grisna.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Pemerintah
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
LSM/Figur
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Pemerintah
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Pemerintah
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
LSM/Figur
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Swasta
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
Pemerintah
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
LSM/Figur
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Pemerintah
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
LSM/Figur
Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...
Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...
Swasta
Perencana Kota Berpeluang Tarik Investas untuk Pendanaan Iklim
Perencana Kota Berpeluang Tarik Investas untuk Pendanaan Iklim
LSM/Figur
Potensi Tanaman Kelor, Mampu Saring Mikroplastik dalam Air
Potensi Tanaman Kelor, Mampu Saring Mikroplastik dalam Air
Pemerintah
Bappenas: Riset Lingkungan Harus Siap Pakai Saat Momentum Kebijakan Datang
Bappenas: Riset Lingkungan Harus Siap Pakai Saat Momentum Kebijakan Datang
Pemerintah
Liverpool  FC Jadi Klub Pertama yang Fokus pada Keberlanjutan Pangan
Liverpool FC Jadi Klub Pertama yang Fokus pada Keberlanjutan Pangan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau