Tahun 2025, tenaga angin dan surya untuk pertama kalinya menghasilkan listrik lebih banyak daripada bahan bakar fosil di Uni Eropa.
Menurut laporan terbaru dari lembaga Ember, meski terjadi penurunan tenaga listrik dan kenaikan pemakaian gas, energi terbarukan menghasilkan hampir setengah dari listrik Uni Eropa tahun lalu.
Tenaga angin dan surya menjadi ujung tombak bertumbuhan energi terbarukan, dengan menyumbang rekor 30 persen dari listrik Uni Eropa dan hanya mengungguli bahan bakar fosil sebesar satu persen.
Namun, jaringan listrik Uni Eropa yang sudah usang masih menghambat kemajuan transisi energi.
Kendati secara keseluruhan tenaga angin dan surya menghasilkan listrik lebih banyak ketimbang bahan bakar fosil di Uni Eropa, hal itu hanya berlaku untuk 14 dari 27 negara anggota secara individual.
Belanda, Kroasia, Estonia, Bulgaria, Yunani, Irlandia, Slovenia, Latvia, Romania, Slowakia, Italia, Ceko, Polandia, Siprus, dan Malta untuk pertama kainya menghasilkan lebih banyak listrik dari energi terbarukan dibandingkan bahan bakar fosil.
Sementara itu, Yunani, Bulgaria, dan Slovenia sangat dekat untuk mencapai titik kritis berkat pertumbuhan yang kuat dalam pembangkitan energi surya.
Baca juga:
Bahkan, Swedia sudah lama memimpin upaya pengembangan energi terbarukan, menghasilkan lebih banyak listrik dari tenaga surya dan angin daripada bahan bakar fosil sejak tahun 2010.
Disusul kemudian, Luksemburg pada 2017, serta Finlandia dan Lituania pada tahun 2022.
Portugal, Spanyol, Austria, Perancis, dan Belgia menghasilkan listrik lebih banyak dari tenaga angin dan surya pada 2023.
Sementara itu, Hongaria dan Jerman melampaui ambang batas tersebut pada tahun 2024.
“Momen penting ini menunjukkan betapa cepatnya Uni Eropa bergerak menuju sistem energi yang didukung oleh tenaga angin dan surya. Karena ketergantungan pada bahan bakar fosil memicu ketidakstabilan di panggung global, taruhan untuk beralih ke energi bersih menjadi lebih jelas dari sebelumnya," ujar penulis laporan, Dr. Beatrice Petrovich, dilansir dari Euro News.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya