Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University melakukan sinergi program antara program One Village One CEO (OVOC) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem bisnis desa dan pengembangan masyarakat desa.
Program OVOC yang pelaksanaannya diorganisir oleh DPMA IPB memiliki pendekatan pengembangan kepemimpinan ekonomi desa.
Baca juga: Koperasi Merah Putih di Kalteng Terkendala Gerai dan Legalitas Lahan
Para dosen dan mahasiswa IPB University melakukan pelatihan dan pendampingan secara terstruktur dan berorientasi pasar yang mendorong lahirnya optimalisasi potensi unggulan di suatu wilayah.
Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University Handian Purwawangsa menyatakan melalui sinkronisasi ini, desa didorong menjadi subjek utama penggerak ekonomi lokal melalui penguatan kelembagaan, kepemimpinan wirausaha desa, serta tata kelola usaha desa yang profesional.
"Kolaborasi OVOC dan KDKMP diharapkan dapat menjadi sebuah kolaborasi multisektoral dalam pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis produk unggulan di tiap wilayah. Pertemuan ini menjadi titik awal dalam upaya optimalisasi sumber daya lokal yang jauh lebih kuat, berkelanjutan, dan berdampak," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/1/2025).
Handian menyatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Koperasi terkait kolaborasi tersebut.
Adapun pembahasan mencakup OVOC dan KDKMP dalam ekosistem bisnis desa, pengembangan model pilot kolaborasi di desa-desa prioritas, serta diskusi roadmap kolaborasi jangka menengah dan panjang.
Baca juga: Mulai 2026, Penerima Bansos Berkesempatan Bergabung Koperasi Desa Merah Putih
"Pertemuan tersebut menegaskan komitmen IPB dan Kementerian Koperasi untuk tidak sekadar membangun program, tetapi membangun gerakan nasional dan sistem pemberdayaan desa yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa," jelas Handian.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya