Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PIS Tekan Emisi Karbon 116.761 Ton CO2e Sepanjang 2025

Kompas.com, 29 Januari 2026, 16:33 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat penurunan emisi karbon sebesar 116.761 ton setara karbon dioksida (CO2e) sepanjang 2025 sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui penguatan aspek keberlanjutan.

Penurunan emisi tersebut berasal dari berbagai inisiatif efisiensi energi dan modernisasi teknologi kapal.

Kontribusi signifikan dicatat oleh armada tanker Pertamina Prime dengan penurunan emisi sebesar 37.596 ton CO2e, disusul Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, dan Pertamina Halmahera 15.407 ton CO2e.

Baca juga: Emisi Karbon dari Lempeng Teknonik Picu Perubahan Iklim pada Zaman Purba

Secara operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi kontributor terbesar penurunan emisi dengan pengurangan sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total capaian.

Pengaturan kecepatan tersebut dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan perusahaan terus mendorong transformasi industri maritim menuju pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

“PIS berkomitmen menjaga keseimbangan energi dengan transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang berkelanjutan,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2026).

Blue carbon

Selain pengurangan emisi, PIS juga menjalankan program pelestarian ekosistem laut melalui inisiatif blue carbon restoration. Sepanjang 2025, PIS menanam 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, serta 2.635 fragmen terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir.

Di sektor konservasi biota laut, PIS melakukan penandaan empat ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah menandai tujuh ekor hiu paus dan memantau total 207 individu.

Di bidang sosial, PIS memperkuat budaya kerja yang aman dan inklusif melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas).

Program tersebut ditujukan untuk mendorong pemberdayaan perempuan serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam posisi kepemimpinan hingga 30 persen pada 2034.

PIS juga mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui program kepemimpinan Next Wave, Navigator, serta edukasi keberlanjutan AcademySEA untuk menyiapkan talenta maritim berdaya saing global.

Baca juga: RI Gabung The Coalition to Grow Carbon Markets untuk Perkuat pembiayaan Iklim

Di tingkat masyarakat, PIS menjalankan program OceanLiteraSEA guna meningkatkan literasi maritim anak-anak pesisir serta program Desa Energi Berdikari yang sejak 2024 telah mendorong kemandirian energi dan ekonomi di tiga daerah terpencil.

Melalui program BerSEAnergi untuk Laut, PIS berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Selama empat bulan pelaksanaan, layanan tersebut menjangkau 4.099 pasien.

Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui Uniform Recycling Program. Sepanjang 2025, sebanyak 116 karyawan PIS mengumpulkan 668 seragam bekas yang berkontribusi mengurangi emisi karbon hingga 407 kilogram CO2e.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sejumlah Ikan di Perairan Pasifik Tercemar Mikroplastik, Fiji Paling Tinggi
Sejumlah Ikan di Perairan Pasifik Tercemar Mikroplastik, Fiji Paling Tinggi
LSM/Figur
PIS Tekan Emisi Karbon 116.761 Ton CO2e Sepanjang 2025
PIS Tekan Emisi Karbon 116.761 Ton CO2e Sepanjang 2025
BUMN
Raja Charles III Inggris Soroti Krisis Iklim Global lewat Dokumenter
Raja Charles III Inggris Soroti Krisis Iklim Global lewat Dokumenter
Pemerintah
Rumitnya Penanganan Polusi Udara, Tak Mengenal Batas Wilayah
Rumitnya Penanganan Polusi Udara, Tak Mengenal Batas Wilayah
LSM/Figur
Bambu Bisa Jadi 'Superfood', tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
Bambu Bisa Jadi "Superfood", tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
LSM/Figur
Pemanfaatan Tenaga Nuklir Jadi Salah Satu Fokus Dewan Energi Nasional
Pemanfaatan Tenaga Nuklir Jadi Salah Satu Fokus Dewan Energi Nasional
Pemerintah
Ekspansi Sawit di Papua, Biodiesel untuk Transisi Energi Belum Ramah Lingkungan
Ekspansi Sawit di Papua, Biodiesel untuk Transisi Energi Belum Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Masyarakat Kalimantan Timur Berhasil Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Biogas
Masyarakat Kalimantan Timur Berhasil Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Biogas
Pemerintah
Permukaan Laut Greenland Turun Saat Emisi Tinggi, Kok Bisa?
Permukaan Laut Greenland Turun Saat Emisi Tinggi, Kok Bisa?
LSM/Figur
BRIN Sebut Sawit Tak Cocok untuk Semua Lahan di Indonesia, Ini Alasannya
BRIN Sebut Sawit Tak Cocok untuk Semua Lahan di Indonesia, Ini Alasannya
Pemerintah
Operasi Modifikasi Cuaca Bikin Cuaca Tidak Stabil? BMKG Beri Penjelasan
Operasi Modifikasi Cuaca Bikin Cuaca Tidak Stabil? BMKG Beri Penjelasan
Pemerintah
BRIN Ingatkan Potensi Virus Nipah di Indonesia, Kelelawar Jadi Sorotan
BRIN Ingatkan Potensi Virus Nipah di Indonesia, Kelelawar Jadi Sorotan
Pemerintah
Peneliti BRIN Kritisi Skema Kemitraan Perusahaan-Petani Sawit di Papua
Peneliti BRIN Kritisi Skema Kemitraan Perusahaan-Petani Sawit di Papua
LSM/Figur
Penyaluran Beasiswa ke IPB Capai Rp 141 Miliar sepanjang 2025, Rektor Jamin Tak Ada Mahasiswa 'Drop Out'
Penyaluran Beasiswa ke IPB Capai Rp 141 Miliar sepanjang 2025, Rektor Jamin Tak Ada Mahasiswa "Drop Out"
Pemerintah
Takut Dituduh Greenwashing, Perusahaan Jadi Enggan Berinvestasi Hijau
Takut Dituduh Greenwashing, Perusahaan Jadi Enggan Berinvestasi Hijau
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
PIS Tekan Emisi Karbon 116.761 Ton CO2e Sepanjang 2025
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat