Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat penurunan emisi karbon sebesar 116.761 ton setara karbon dioksida (CO2e) sepanjang 2025 sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui penguatan aspek keberlanjutan.
Penurunan emisi tersebut berasal dari berbagai inisiatif efisiensi energi dan modernisasi teknologi kapal.
Kontribusi signifikan dicatat oleh armada tanker Pertamina Prime dengan penurunan emisi sebesar 37.596 ton CO2e, disusul Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, dan Pertamina Halmahera 15.407 ton CO2e.
Baca juga: Emisi Karbon dari Lempeng Teknonik Picu Perubahan Iklim pada Zaman Purba
Secara operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi kontributor terbesar penurunan emisi dengan pengurangan sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total capaian.
Pengaturan kecepatan tersebut dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan perusahaan terus mendorong transformasi industri maritim menuju pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
“PIS berkomitmen menjaga keseimbangan energi dengan transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang berkelanjutan,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2026).
Selain pengurangan emisi, PIS juga menjalankan program pelestarian ekosistem laut melalui inisiatif blue carbon restoration. Sepanjang 2025, PIS menanam 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, serta 2.635 fragmen terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir.
Di sektor konservasi biota laut, PIS melakukan penandaan empat ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah menandai tujuh ekor hiu paus dan memantau total 207 individu.
Di bidang sosial, PIS memperkuat budaya kerja yang aman dan inklusif melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas).
Program tersebut ditujukan untuk mendorong pemberdayaan perempuan serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam posisi kepemimpinan hingga 30 persen pada 2034.
PIS juga mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui program kepemimpinan Next Wave, Navigator, serta edukasi keberlanjutan AcademySEA untuk menyiapkan talenta maritim berdaya saing global.
Baca juga: RI Gabung The Coalition to Grow Carbon Markets untuk Perkuat pembiayaan Iklim
Di tingkat masyarakat, PIS menjalankan program OceanLiteraSEA guna meningkatkan literasi maritim anak-anak pesisir serta program Desa Energi Berdikari yang sejak 2024 telah mendorong kemandirian energi dan ekonomi di tiga daerah terpencil.
Melalui program BerSEAnergi untuk Laut, PIS berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Selama empat bulan pelaksanaan, layanan tersebut menjangkau 4.099 pasien.
Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui Uniform Recycling Program. Sepanjang 2025, sebanyak 116 karyawan PIS mengumpulkan 668 seragam bekas yang berkontribusi mengurangi emisi karbon hingga 407 kilogram CO2e.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya