Penulis
KOMPAS.com - Bunga raksasa nan langka Rafflesia arnoldii ditemukan mekar di kawasan Liku Sembilan, Cagar Alam Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu.
Peristiwa langka ini langsung menarik pengunjung lintas provinsi yang melintas di jalur Bengkulu–Sumatera Selatan.
"Bunga ini hanya seminggu muncul kemudian mati. Hari ini masih mekar sempurna. Kuncup bunga ditemukan Selasa kemarin," kata pengelola bunga Rafflesia, Elvis, dilansir dari Antara, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga:
Bunga Rafflesia arnoldii tersebut mekar sempurna dan berada sekitar 10 meter dari jalan lintas provinsi.
Lokasi yang mudah dijangkau membuat banyak pengendara berhenti sejenak untuk melihat langsung bunga raksasa yang hanya mekar dalam waktu singkat.
Pengunjung datang bergiliran satu per satu untuk melihat bunga tersebut. Mereka tidak perlu masuk terlalu jauh ke kawasan cagar alam seperti pada kemunculan Rafflesia di lokasi lain. Akses yang mudah menjadi alasan utama meningkatnya kunjungan.
Banyak pengendara yang melintas di jalur lintas provinsi menyempatkan diri berhenti. Tidak sedikit pula warga dari luar Bengkulu yang datang secara khusus setelah mendapatkan informasi mengenai mekarnya bunga langka ini.
Salah satu pengunjung dari Sumatera Barat, Vanny, mengaku tertarik karena lokasi bunga yang mudah diakses. Ia mengatakan kesempatan melihat Rafflesia tidak selalu datang.
"Selagi mudah, kita sempatkan melihat bunga langka ini. Tidak di setiap tempat bisa kita temui bunga khas ini," kata Vanny.
"Saya pernah melihat di tempat lain di Sumatera Barat di Kabupaten Agam, kata orang sih beda lokasi, kekhasannya beda juga, jadi rugi juga kalau tidak menyempatkan melihat bunga ini di suatu tempat begitu ya," lanjut dia.
Baca juga:
Pengunjung melihat puspa langka bunga raksasa Rafflesia arnoldii di kawasan Liku Sembilan, Cagar Alam Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Jumat (30/1/2026).Elvis menjelaskan, tanda-tanda kemunculan Rafflesia arnoldii mulai terlihat sejak Selasa pekan ini.
Warga pun menempatkan pagar pembatas di sekitar lokasi agar bunga tetap lestari selama periode mekar.
"Pembatas dipasang agar pengunjung tidak terlalu dekat dan tidak menyentuh bunga, supaya Rafflesia tidak rusak," tutur dia.
Pengunjung yang datang tidak dikenakan tarif masuk. Namun, warga membuka kesempatan bagi pengunjung yang ingin memberikan sumbangan secara sukarela sebagai dukungan upaya pelestarian Rafflesia arnoldii dan habitatnya.
Sebagai informasi, Rafflesia arnoldii merupakan bunga endemik Bengkulu yang sangat langka. Bunga ini tidak dapat tumbuh di sembarang tempat.
Tidak setiap wisatawan yang datang ke Bengkulu bisa menyaksikan bunga raksasa ini. Sebab, waktu mekarnya tidak menentu dan lokasi tumbuhnya juga sulit diprediksi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya