Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Bunga di Inggris Mekar Tidak pada Waktunya akibat Krisis Iklim

Kompas.com, 3 Januari 2026, 12:15 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 310 spesies tumbuhan asli di Inggris Raya sudah mulai mekar selama musim dingin, berdasarkan survei tanaman tahunan yang dilakukan Met Office pada 2025. Angka itu jauh melebihi 10 spesies tanaman yang biasanya diperkirakan akan mekar pada waktu ini setiap tahunnya.

Bunga liar seperti aster, dandelion, dan groundsel, terus muncul dalam daftar tumbuhan yang sedang mekar.

Baca juga:

Jika tanaman non-asli, seperti mexican fleabane serta white dan red dead-nettle, disertakan, jumlahnya akan meningkat menjadi 646 spesies yang sedang mekar.

Bunga di Inggris mekar sebelum waktunya

Jadi sinyal krisis iklim yang bisa dilihat orang

Ilustrasi bunga daisy. Sebanyak 310 spesies tumbuhan asli di Inggris Raya sudah mulai mekar selama musim dingin, tidak pada waktunya.Unsplash/micheile Ilustrasi bunga daisy. Sebanyak 310 spesies tumbuhan asli di Inggris Raya sudah mulai mekar selama musim dingin, tidak pada waktunya.

Kepala Sains di Botanical Society of Britain and Ireland (BSBI), Kevin Walker menilai, temuan tersebut menjadi sinyal dari krisis iklim yang dapat dilihat semua orang di kebun mereka sendiri.

“Analisis baru ini menunjukkan hubungan yang sangat jelas antara kenaikan suhu dan dampaknya terhadap spesies tumbuhan kita. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa perubahan iklim memengaruhi satwa liar kita tanpa pandang bulu," ujar Kevin, dilansir dari laman resmi Met Office, Sabtu (3/1/2026).

Peneliti dampak krisis iklim terhadap alam, Debbie Hemming menilai, temuan tersebut menegaskan bagaimana kenaikan suhu dan peningkatan kejadian ekstrem iklim menggeser siklus alami tumbuhan dan satwa liar.

"Temuan ini memberikan bukti nyata bahwa krisis iklim secara langsung memengaruhi dunia di sekitar kita," tutur Debbie.

Baca juga:

Rekor tahun terpanas dan tercerah di Inggris

Sebanyak 310 spesies tumbuhan asli di Inggris Raya sudah mulai mekar selama musim dingin, tidak pada waktunya.Eriana Widya Astuti Sebanyak 310 spesies tumbuhan asli di Inggris Raya sudah mulai mekar selama musim dingin, tidak pada waktunya.

Sebelumnya, Met Office melaporkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun terpanas dan paling cerah dalam sejarah Inggris Raya.

Dengan mencatat suhu rata-rata 10,09 derajat celsius, tahun 2025 sudah bergabung dengan tahun 2022 dan tahun 2023 sebagai tiga tahun terpanas sejak tahun 1884.

Krisis iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia telah membuat suhu tahunan Inggris Raya memecahkan rekor. Hal ini termasuk, memecahkan rekor sebagai tahun kedua dalam rangkaian data ini, yang mana suhu rata-rata tahunan Inggris Raya melebihi 10,0 derajat celsius.

Baca juga: Peneliti Ungkap Krisis Iklim Tentukan Nasib Tempat Tinggal Kita

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau