Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 Februari 2026, 10:19 WIB
HTRMN,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Yayasan Karya Dua Anyam atau YKDA bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan hingga ke puluhan desa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Inisiatif bertajuk “Menganyam Kebaikan untuk Indonesia” itu fokus dalam meningkatkan kesejahteraan ratusan mama penganyam yang tersebar di wilayah tersebut. Pendekatan holistik yang diterapkan oleh YKDA dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi lebih dari 2.000 jiwa melalui berbagai aspek mulai dari ekonomi hingga kesehatan.

Program kolaboratif itu hadir sebagai jawaban atas tantangan kerawanan gizi kronis dan keterbatasan akses infrastruktur dasar yang masih menjadi persoalan di wilayah setempat. Melalui sinergi jangka panjang, YKDA dan BNI memastikan setiap intervensi memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Fokus utama kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha bagi perempuan penganyam serta perbaikan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh melalui pendekatan sosial dan lingkungan.

Kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas mama penganyam

YKDA menggerakkan pelatihan manajemen usaha yang diikuti oleh 75 mama penganyam guna mendorong kemandirian ekonomi mereka dalam jangka panjang. Dalam pendampingan ini, para penganyam dibekali pemahaman mendalam mengenai perencanaan keuangan, penyusunan anggaran keluarga, hingga strategi mitigasi risiko bisnis yang efektif.

Materi pelatihan tersebut mencakup pencatatan keuangan yang rapi serta cara mengatur pengeluaran rumah tangga agar lebih stabil. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para mama dalam mengelola aset pribadi sekaligus memperkenalkan layanan keuangan formal guna memperluas akses finansial.

Data internal YKDA menunjukkan bahwa pelatihan tersebut memberikan dampak signifikan pada profesionalisme para peserta dalam mengelola kemitraan bisnis. Kapabilitas para mama dalam penetapan harga produk tercatat meningkat sebesar 29 persen berdasarkan evaluasi pascapelatihan yang dilakukan oleh tim lapangan.

Selain itu, kompetensi para peserta dalam aspek pemasaran produk juga melonjak hingga 36 persen dibandingkan sebelum mendapatkan pendampingan. Berbekal pemahaman tren pasar ini, para mama kini lebih berani berinovasi dalam mengembangkan produk anyaman sebagai sumber pendapatan keluarga yang stabil.

Peningkatan kapasitas tersebut juga menyentuh aspek teknis melalui pelatihan menganyam yang melibatkan 430 perempuan di berbagai desa di Flores Timur. Pelatihan dilaksanakan dalam kelompok kecil guna memastikan setiap penganyam memahami teknik pembuatan motif dan standar kualitas bahan baku yang ketat.

Langkah tersebut bertujuan untuk menyelaraskan hasil karya para mama dengan tren permintaan pasar global terhadap produk anyaman serat alam. Dampak dari rangkaian pelatihan teknis itu diproyeksikan memberikan manfaat luas bagi lebih dari 1.200 jiwa yang merupakan anggota keluarga para mama penganyam.

Seluruh rangkaian tersebut didukung penuh dengan pembentukan Koperasi Serba Usaha Ina Senaren sebagai wadah ekonomi kolektif. Lembaga ini dikelola oleh 20 orang pendiri serta dua orang pengawas untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan ekonomi bagi para perempuan di Flores Timur.

Nantinya, koperasi tersebut akan menaungi unit produksi anyaman, jasa pelatihan menganyam, hingga penyediaan layanan keuangan sederhana bagi para anggotanya. Saat ini, pengurus sedang menyelesaikan legalitas badan hukum agar koperasi dapat beroperasi secara penuh untuk mendukung berbagai unit usaha warga.

Intervensi gizi anak dan penyediaan infrastruktur dasar

Kepedulian YKDA dan BNI terhadap aspek kesehatan keluarga diimplementasikan melalui program Pemberian Makanan Tambahan atau PMT untuk anak di wilayah rawan stunting. Program ini menyasar 98 anak di Desa Bubuatagamu dan Lewograran yang sebelumnya terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan atau masalah gizi.

Data awal lapangan menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen anak di wilayah tersebut mengalami masalah gizi yang memerlukan penanganan serius. Intervensi gizi kemudian dilakukan selama 14 hari berturut-turut dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal bergizi yang berasal dari Pulau Solor.

Kerja sama dilakukan bersama pemerintah desa, bidan, serta kader posyandu untuk mengolah bahan lokal menjadi menu makanan sehat setiap harinya. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat perbaikan signifikan pada status gizi anak setelah pelaksanaan program PMT secara konsisten selama dua minggu.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Presiden Pabowo Sebut TPA di Indonesia akan Over Kapasitas pada 2028
Presiden Pabowo Sebut TPA di Indonesia akan Over Kapasitas pada 2028
Pemerintah
Manfaat Nyamplung, dari Biofuel hingga Skincare
Manfaat Nyamplung, dari Biofuel hingga Skincare
LSM/Figur
Hujan Lebat Diprediksi hingga 5 Februari, Mana Wilayah yang Harus Waspada?
Hujan Lebat Diprediksi hingga 5 Februari, Mana Wilayah yang Harus Waspada?
Pemerintah
Hari Ini Ada Hari Lahan Basah Sedunia, PBB Ajak Masyarakat Bergerak
Hari Ini Ada Hari Lahan Basah Sedunia, PBB Ajak Masyarakat Bergerak
Pemerintah
Yayasan Karya Dua Anyam dan BNI Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Penganyam di NTT
Yayasan Karya Dua Anyam dan BNI Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Penganyam di NTT
Advertorial
Besok, Bunga Bangkai Raksasa Langka Diprediksi Mekar di Kebun Raya Bogor
Besok, Bunga Bangkai Raksasa Langka Diprediksi Mekar di Kebun Raya Bogor
Pemerintah
Blue Carbon Indonesia: Solusi Iklim atau Ilusi Pasar Hijau?
Blue Carbon Indonesia: Solusi Iklim atau Ilusi Pasar Hijau?
Pemerintah
Beruang Kutub di Norwegia Tetap Gemuk di Tengah Krisis Iklim, Kok Bisa?
Beruang Kutub di Norwegia Tetap Gemuk di Tengah Krisis Iklim, Kok Bisa?
LSM/Figur
Limbah Biofuel Nyamplung Bisa Jadi Pakan Ternak, Turunkan Emisi Metana
Limbah Biofuel Nyamplung Bisa Jadi Pakan Ternak, Turunkan Emisi Metana
LSM/Figur
NASA Geser Jadwal Misi Bulan Artemis 2 akibat Suhu Dingin
NASA Geser Jadwal Misi Bulan Artemis 2 akibat Suhu Dingin
Pemerintah
Lahan Gambut Asia Tenggara Jadi Sumber Emisi Gas Rumah Kaca Signifikan
Lahan Gambut Asia Tenggara Jadi Sumber Emisi Gas Rumah Kaca Signifikan
LSM/Figur
Kapasitas PLTG Dunia Diproyeksikan Melonjak
Kapasitas PLTG Dunia Diproyeksikan Melonjak
LSM/Figur
Indonesia dan AS Sepakati Pengalihan Utang untuk Lindungi Terumbu Karang
Indonesia dan AS Sepakati Pengalihan Utang untuk Lindungi Terumbu Karang
Pemerintah
Avtur Berkelanjutan Diprediksi Melonjak, Pertumbuhan SAF Global Capai 64 Persen per Tahun
Avtur Berkelanjutan Diprediksi Melonjak, Pertumbuhan SAF Global Capai 64 Persen per Tahun
LSM/Figur
Bahan Kimia Abadi PFOA Bisa Sebabkan Gangguan Kehamilan
Bahan Kimia Abadi PFOA Bisa Sebabkan Gangguan Kehamilan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau