KOMPAS.com – Yayasan Karya Dua Anyam atau YKDA bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan hingga ke puluhan desa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Inisiatif bertajuk “Menganyam Kebaikan untuk Indonesia” itu fokus dalam meningkatkan kesejahteraan ratusan mama penganyam yang tersebar di wilayah tersebut. Pendekatan holistik yang diterapkan oleh YKDA dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi lebih dari 2.000 jiwa melalui berbagai aspek mulai dari ekonomi hingga kesehatan.
Program kolaboratif itu hadir sebagai jawaban atas tantangan kerawanan gizi kronis dan keterbatasan akses infrastruktur dasar yang masih menjadi persoalan di wilayah setempat. Melalui sinergi jangka panjang, YKDA dan BNI memastikan setiap intervensi memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Fokus utama kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha bagi perempuan penganyam serta perbaikan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh melalui pendekatan sosial dan lingkungan.
YKDA menggerakkan pelatihan manajemen usaha yang diikuti oleh 75 mama penganyam guna mendorong kemandirian ekonomi mereka dalam jangka panjang. Dalam pendampingan ini, para penganyam dibekali pemahaman mendalam mengenai perencanaan keuangan, penyusunan anggaran keluarga, hingga strategi mitigasi risiko bisnis yang efektif.
Materi pelatihan tersebut mencakup pencatatan keuangan yang rapi serta cara mengatur pengeluaran rumah tangga agar lebih stabil. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para mama dalam mengelola aset pribadi sekaligus memperkenalkan layanan keuangan formal guna memperluas akses finansial.
Data internal YKDA menunjukkan bahwa pelatihan tersebut memberikan dampak signifikan pada profesionalisme para peserta dalam mengelola kemitraan bisnis. Kapabilitas para mama dalam penetapan harga produk tercatat meningkat sebesar 29 persen berdasarkan evaluasi pascapelatihan yang dilakukan oleh tim lapangan.
Selain itu, kompetensi para peserta dalam aspek pemasaran produk juga melonjak hingga 36 persen dibandingkan sebelum mendapatkan pendampingan. Berbekal pemahaman tren pasar ini, para mama kini lebih berani berinovasi dalam mengembangkan produk anyaman sebagai sumber pendapatan keluarga yang stabil.
Peningkatan kapasitas tersebut juga menyentuh aspek teknis melalui pelatihan menganyam yang melibatkan 430 perempuan di berbagai desa di Flores Timur. Pelatihan dilaksanakan dalam kelompok kecil guna memastikan setiap penganyam memahami teknik pembuatan motif dan standar kualitas bahan baku yang ketat.
Langkah tersebut bertujuan untuk menyelaraskan hasil karya para mama dengan tren permintaan pasar global terhadap produk anyaman serat alam. Dampak dari rangkaian pelatihan teknis itu diproyeksikan memberikan manfaat luas bagi lebih dari 1.200 jiwa yang merupakan anggota keluarga para mama penganyam.
Seluruh rangkaian tersebut didukung penuh dengan pembentukan Koperasi Serba Usaha Ina Senaren sebagai wadah ekonomi kolektif. Lembaga ini dikelola oleh 20 orang pendiri serta dua orang pengawas untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan ekonomi bagi para perempuan di Flores Timur.
Nantinya, koperasi tersebut akan menaungi unit produksi anyaman, jasa pelatihan menganyam, hingga penyediaan layanan keuangan sederhana bagi para anggotanya. Saat ini, pengurus sedang menyelesaikan legalitas badan hukum agar koperasi dapat beroperasi secara penuh untuk mendukung berbagai unit usaha warga.
Kepedulian YKDA dan BNI terhadap aspek kesehatan keluarga diimplementasikan melalui program Pemberian Makanan Tambahan atau PMT untuk anak di wilayah rawan stunting. Program ini menyasar 98 anak di Desa Bubuatagamu dan Lewograran yang sebelumnya terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan atau masalah gizi.
Data awal lapangan menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen anak di wilayah tersebut mengalami masalah gizi yang memerlukan penanganan serius. Intervensi gizi kemudian dilakukan selama 14 hari berturut-turut dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal bergizi yang berasal dari Pulau Solor.
Kerja sama dilakukan bersama pemerintah desa, bidan, serta kader posyandu untuk mengolah bahan lokal menjadi menu makanan sehat setiap harinya. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat perbaikan signifikan pada status gizi anak setelah pelaksanaan program PMT secara konsisten selama dua minggu.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya