KOMPAS.com – Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi ribuan warga, bahkan sampai hari ini. Kebutuhan dasar seperti pangan dan sanitasi menjadi tantangan utama dalam pemulihan pascabencana.
Merespons kondisi tersebut, AdaKami turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1 miliar melalui program AdaKami Peduli. Kolaborasi dengan BenihBaik.com, platform pengumpulan dana dan donasi digital, memungkinkan penyaluran bantuan berjalan lebih tepat sasaran.
Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan dapur umum sampai dengan fasilitas sanitasi darurat di enam wilayah di Aceh. Lokasi yang menjadi titik penyaluran meliputi Kampung Durian Dusun Subur, Dusun Mesjid, Desa Blang Cut, Gampong Alue Ie Mirah, Dusun Pasi, dan Kota Lintang.
Program bantuan dirancang untuk menjangkau kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga terdampak. Dapur umum yang disiapkan mampu melayani hingga 100 orang per hari dengan tiga kali waktu makan.
Baca juga: 3 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera
Sementara itu, fasilitas sanitasi darurat dilengkapi tandon air bersih berkapasitas 5.000 liter beserta sarana pendukung lainnya di setiap titik penyaluran. Program ini dilaksanakan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Direktur Utama AdaKami Bernardino Vega menjelaskan bahwa respons perusahaan diarahkan pada dua prioritas utama yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Respons kami diarahkan pada dua hal, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar serta pengurangan tekanan finansial bagi pengguna terdampak, agar pemulihan dapat berlangsung lebih berimbang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Bernardino berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam pemulihan.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Keuangan Digital, AdaKami Dukung Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Fasilitas dapur umum yang disiapkan melalui program AdaKami Peduli mampu melayani kebutuhan pangan hingga 100 orang per hari bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh.Selain penyaluran bantuan fisik, AdaKami juga memberikan relaksasi pinjaman bagi pengguna di wilayah terdampak bencana. Kebijakan ini diterapkan melalui opsi relaksasi dan restrukturisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK Indra mengapresiasi inisiatif bantuan kolaboratif tersebut.
"Kami dari OJK menyampaikan apresiasi kepada AdaKami yang secara konsisten memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ucapnya.
Baca juga: OJK dan AdaKami Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan Perempuan
Lebih lanjut, Indra menilai, lembaga jasa keuangan yang sehat dan tumbuh berkelanjutan adalah lembaga yang mampu menyeimbangkan kinerja keuangan dengan inovasi, kepatuhan, dan kepedulian sosial.
"Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi untuk pinjaman daring (pindar) lainnya," tambahnya.
Meskipun kondisi banjir sudah surut, kebutuhan dasar masih menjadi tantangan di lapangan. Founder & Chief Executive Officer (CEO) BenihBaik.com Andy F Noya menyatakan bahwa kolaborasi ini membantu memastikan akses pangan, kesehatan, dan sanitasi tetap tersedia selama masa pemulihan.
"Terima kasih kepada AdaKami yang dengan cepat mengambil keputusan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana," kata Andy.
Baca juga: Biaya Fintech Lending AdaKami Sesuai Regulasi OJK dan Profil Risiko Debitur
Andy juga mengapresiasi dukungan OJK yang tidak hanya berfokus pada literasi keuangan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan sosial dan kemanusiaan.
Upaya bergandengan tangan seperti ini, menurut Andy, perlu terus dijaga agar masyarakat terdampak tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit.
"Bahwa selalu ada saudara-saudara yang hadir untuk membantu, bahkan tanpa saling mengenal sebelumnya," tambahnya.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, AdaKami berharap dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan dan relevan bagi masyarakat, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya