Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Jagat Satwa Nusantara melakukan pelepasliaran satu individu elang brontok (Nisaetus cirrhatus) dan dua individu kukang jawa (Nycticebus javanicus) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Jagat Satwa Nusantara, Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT), dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat.
Saat ini, satwa-satwa tersebut tengah menjalani tahap akhir rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.
Baca juga: Pelepasliaran Elang Bondol Selanjutnya Akan Gunakan Geotagging
SM Cikepuh dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki luas sekitar 8.127,5 hektare dengan ekosistem hutan sekunder dataran rendah yang dinilai masih mampu menyediakan pakan dan ruang hidup yang memadai bagi satwa liar.
Pemilihan lokasi ini juga mempertimbangkan meningkatnya tekanan terhadap populasi elang brontok dan kukang jawa akibat hilangnya habitat serta perdagangan ilegal satwa.
Inisiatif pelepasliaran ini tidak hanya bertujuan memperkuat populasi satwa di alam, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara lembaga konservasi, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan satwa liar endemik Indonesia.
Elang brontok jantan bernama Goya akan kembali menjalankan perannya sebagai predator puncak yang berfungsi mengontrol populasi hewan kecil dalam rantai makanan.
Sementara itu, dua kukang jawa bernama Alvin dan Noria dilepasliarkan sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies yang berstatus "kritis" (Critically Endangered). Kukang jawa memiliki peran ekologis penting sebagai penyerbuk alami serta pengendali populasi serangga di hutan.
Baca juga: 6 Kukang Sumatera Dilepasliar di Lampung Tengah
Dukungan Jagat Satwa Nusantara dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen lembaga tersebut untuk terlibat aktif dalam pelestarian satwa liar endemik Indonesia.
Melalui kemitraan dengan YCKT dan otoritas konservasi, lembaga ini berupaya memastikan keanekaragaman hayati di Pulau Jawa tetap terjaga dan mampu mendukung keseimbangan ekologi jangka panjang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya