Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WHO Sebut Hampir 40 Persen Kanker di Dunia Bisa Dicegah

Kompas.com, 4 Februari 2026, 15:09 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Empat dari 10 kasus kanker di dunia disebut bisa dicegah, menurut analisis baru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah naungan PBB.

Hasil studi ini pun menyoroti perlunya dilakukan sejumlah langkah, termasuk pengendalian tembakau, untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa.

Baca juga:

Studi yang juga dilakukan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) meneliti 30 penyebab kanker yang dapat dicegah, termasuk di antaranya adalah tembakau, alkohol, indeks massa tubuh yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, polusi udara, serta radiasi ultraviolet.

Sembilan infeksi penyebab kanker, seperti human papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker serviks, juga disertakan untuk pertama kalinya.

WHO: Hampir 40 persen kanker di dunia bisa dicegah

Pola pencegahan

WHO mengungkap hampir 40 persen kasus kanker di dunia dapat dicegah. Tembakau, infeksi, alkohol, hingga polusi udara jadi faktor utama.Freepik WHO mengungkap hampir 40 persen kasus kanker di dunia dapat dicegah. Tembakau, infeksi, alkohol, hingga polusi udara jadi faktor utama.

Kanker tetap menjadi penyebab utama penyakit di dunia, yang mengakibatkan hampir 10 juta kematian pada tahun 2020, atau setara dengan satu dari setiap enam kematian, dilansir dari laman resmi United Nations, Rabu (4/2/2026).

Jika tren saat ini berlanjut, jumlah kasus baru diprediksi akan melonjak hingga 50 persen pada tahun 2040.

Hal ini menekankan betapa mendesaknya kebutuhan akan strategi pencegahan yang efektif.

Temuan ini didasarkan pada data dari 185 negara dan mencakup 36 jenis kanker.

Perhitungannya menunjukkan bahwa 37 persen dari semua kasus kanker baru pada tahun 2022 atau sekitar 7,1 juta kasus ternyata berkaitan dengan penyebab yang sebenarnya bisa dicegah.

"Dengan mempelajari pola yang ada di berbagai negara dan kelompok masyarakat, kita bisa memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat lebih mendalam. Tujuannya adalah membantu mencegah kanker sebelum penyakit itu sempat muncul," kata pimpinan tim WHO untuk pengendalian kanker sekaligus penulis studi, Dr. André Ilbawi.

Baca juga:

Tembakau sebagai penyebab utama

WHO mengungkap hampir 40 persen kasus kanker di dunia dapat dicegah. Tembakau, infeksi, alkohol, hingga polusi udara jadi faktor utama.SHUTTERSTOCK/LILY.Q WHO mengungkap hampir 40 persen kasus kanker di dunia dapat dicegah. Tembakau, infeksi, alkohol, hingga polusi udara jadi faktor utama.

Tembakau disebut sebagai penyebab utama kanker yang dapat dicegah. Tembakau bertanggung jawab atas 15 persen dari semua kasus baru, diikuti oleh infeksi (10 persen) dan konsumsi alkohol (tiga persen).

Kanker paru-paru, lambung, dan serviks mewakili hampir setengah dari semua kasus yang dapat dicegah baik pada laki-laki maupun perempuan. 

Kanker paru-paru terutama terkait dengan merokok dan polusi udara, sedangkan kanker lambung sebagian besar disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh HPV.

Laporan ini juga mencatat perbedaan kanker pada laki-laki dan perempuan.

Studi menyebut beban kanker yang dapat dicegah jauh lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan.

Di antara kasus kanker baru, 45 persen terjadi pada laki-laki, dibandingkan dengan 30 persen pada wanita.

Pada laki-laki, merokok menyumbang sekitar 23 persen dari semua kasus kanker baru, diikuti oleh infeksi (sembilan persen) dan alkohol (empat persen).

Pada perempuan, infeksi menyumbang 11 persen dari semua kasus kanker baru, diikuti oleh merokok sebesar enam persen dan indeks massa tubuh tinggi sebesar tiga persen.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau