Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Program hidroponik berbasis energi surya dikembangkan di Kapling Baru 2, Kecamatan Pulau Merak, Kota Cilegon, sebagai bagian dari inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong.
Program ini digagas PT Pertamina Energy Terminal (PET) melalui Terminal LPG Tanjung Sekong dan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Wahid Sapa.
Program bertajuk “KreaSea Tumbuh” tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PET yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Pertamina NRE dan Medco Jajaki Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol
Dalam operasionalnya, rumah hidroponik kini menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp sebagai sumber energi utama. Penggunaan energi terbarukan ini diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga sekitar 1,75 ton CO2 ekuivalen per tahun.
Selain pemanfaatan energi bersih, perusahaan juga melakukan sejumlah perbaikan teknis untuk meningkatkan efisiensi sistem hidroponik, antara lain pemasangan tangki tekan untuk menstabilkan aliran air serta penggunaan pelindung pipa guna mencegah pertumbuhan lumut.
Sejak pembangunan rumah hidroponik pada September 2024, program ini berkembang signifikan. Jumlah anggota KWT Wahid Sapa meningkat dari sembilan orang pada 2023 menjadi sekitar 30 orang saat ini.
Kegiatan yang sebelumnya bersifat percobaan kini menjadi aktivitas rutin yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga.
Ketua KWT Wahid Sapa, Ani Sosiawati, mengatakan dukungan fasilitas dan pendampingan membuat sistem pertanian menjadi lebih tertata dan hasil panen meningkat. Selain manfaat ekonomi, program ini juga meningkatkan keterampilan anggota kelompok.
Hasil panen sayuran hidroponik seperti selada diminati warga sekitar. Salah satu pembeli, Mariana, mengaku rutin membeli setiap masa panen karena kualitasnya dinilai baik dan tahan lama.
Baca juga: Pertamina Andalkan Strategi Migas Tetap Jalan, Geothermal Jadi Masa Depan
Program KreaSea Tumbuh juga menyasar kelompok rentan, termasuk keluarga penerima PKH, lansia, pengangguran usia produktif, serta kelompok pemuda untuk mendapatkan pelatihan keterampilan.
Melalui integrasi teknologi energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Energy Terminal Tanjung Sekong menyatakan komitmennya untuk mendukung target **Net Zero Emission 2060 sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya