KOMPAS.com - Sinar matahari yang sangat intens bisa menurunkan keanekaragaman serta biomassa padang rumput di berbagai belahan dunia, menurut studi terbaru.
Sebanyak 35 ilmuwan meneliti bagaimana matahari yang menjadi unsur utama fotosintesis ternyata memengaruhi ketidakoptimalan pertumbuhan sejumlah tanaman.
Baca juga:
Studinya menunjukkan, makin tinggi intensitas sinar matahari maka makin rendah keberagaman tanaman.
“Kami sudah mengetahui bahwa tanaman dapat mengalami stres ketika menerima radiasi fotosintetik lebih besar dari yang dapat ditangani oleh sistem fotosintesisnya sehingga fotosintesis menurun," ujar penulis studi dari Swedish University of Agricultural Sciences, Marie Spohn dilansir dari Phys.org, Senin (16/2/2026).
Para ilmuwan menemukan paparan sinar matahari yang intens menurunkan keberagaman tanaman serta biomassa padang rumput. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti menganalisis data dari 5.590 plot padang rumput alami dan semi alami yang tersebar di enam benua. Mereka menggunakan data satelit radiasi matahari selama 22 tahun.
Penelitian menunjukkan, peningkatan intensitas sinar matahari terutama radiasi yang digunakan langsung dalam fotosintesis atau photosynthetically active radiation (PAR), berkaitan dengan menurunnya jumlah spesies tanaman.
Faktor lingkungan, seperti suhu, curah hujan, tingkat kekeringan, dan deposisi nitrogen di atmosfer berdampak lebih sedikit terhadap keanekaragaman tanaman dibandingkan intensitas sinar matahari.
"Namun, ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa faktor tersebut benar-benar membatasi keanekaragaman tanaman padang rumput secara global,” kata Spohn.
Spohn menambahkan, kondisi itu kemungkinan disebabkan tekanan udara yang lebih rendah di dataran tinggi. Akibatnya, konsentrasi gas dan aerosol di atmosfer lebih sedikit lalu radiasi matahari menjadi kurang tersebar.
Studi juga menemukan, di ketinggian di atas 430 meter di atas permukaan laut, tak hanya keanekaragaman tanaman yang menurun, tapi juga biomassa tanaman di atas permukaan tanah akibat paparan sinar matahari.
Kendati demikian, tak semua spesies tanaman di padang rumput mengalami hal serupa. Misalnya, hanya rumput di dataran tinggi yang sangat terdampak paparan matari intens.
Sementara itu, keanekaragaman tanaman legum tidak terpengaruh intensitas sinar matahari.
Baca juga:
Para ilmuwan menemukan paparan sinar matahari yang intens menurunkan keberagaman tanaman serta biomassa padang rumput. Menurut Spohn, temuannya sangat berkaitan dengan krisis iklim saat ini.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya