Penulis
KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menangani munculnya beruang di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Satwa liar itu sempat menyerang tiga warga yang sedang memanen padi.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II BKSDA Sumatera Barat, Ade Putra, mengatakan, tim sudah diturunkan ke lokasi.
Baca juga:
"Tim BKSDA sudah turun ke lapangan bersama masyarakat setempat masih melakukan penelusuran arah larinya beruang itu," kata Ade, dilansir dari Antara, Senin (16/2/2026).
Saat ini, petugas BKSDA Sumbar masih melakukan penelusuran. Proses penelusuran juga melibatkan petugas dari BKSDA Agam, ditambah wali nagari dan masyarakat setempat.
BKSDA Sumbar menangani kemunculan beruang yang menyerang tiga warga di Talamau, Pasaman Barat. Petugas lakukan penelusuran.Peristiwa munculnya beruang terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, warga sedang melakukan panen padi.
Seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar lokasi persawahan. Satwa itu disebut langsung menyerang warga yang berada di tempat tersebut.
"Warga di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan sekaligus mengamankan situasi," ucap Ade.
Akibat kejadian tersebut, tiga warga mengalami luka-luka. Mereka adalah Aidil Putra (20), warga Barulak Sinuruik; Sabri (65), warga Talu, Talamau; dan Maijasman (63), warga Barulak Talamau.
Baca juga:
Setelah peristiwa tersebut, para korban dievakuasi untuk memperoleh perawatan medis. Mereka dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu.
Sebagian warga juga sempat menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi. Mereka melakukannya sambil menunggu kedatangan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
"Situasi di lokasi berangsur kondusif dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat," kata Ade.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya