Penulis
KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) memasang kandang jebak untuk menangani kemunculan beruang yang sempat melukai warga.
Sebelumnya pada Sabtu (13/2/2026), beruang liar muncul ketika warga tengah memanen padi di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Baca juga:
"Sejak Sabtu (14/2) BKSDA bersama COP (Centre for Orangutan Protection) telah melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, dilansir dari Antara, Senin (16/2/2026).
Tim BKSDA Sumbar menelusuri keberadaan beruang yang sempat menyerang warga di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026).Antonius menjelaskan, tim melakukan patroli dan penghalauan di sekitar lokasi. Sosialisasi juga diberikan kepada warga agar lebih waspada.
"Kandang jebak juga telah kita pasang untuk menjebak beruang yang sempat melukai warga sekitarnya," kata Antonius Vevri.
Baca juga:
Peristiwa serangan beruang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Warga sedang panen padi ketika seekor beruang muncul dari sekitar lokasi. Satwa liar tersebut menyerang warga yang berada di area persawahan.
Akibat kejadian ini, tiga orang warga mengalami luka-luka. Mereka adalah Aidil Putra (20), warga Barulak Sinuruik; Sabri (65), warga Talu, Talamau; dan Maijasman (63), warga Barulak Talamau.
Setelah serangan terjadi, sebagian warga mencoba menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi. Mereka juga tetap menunggu kedatangan petugas untuk penanganan lebih lanjut.
Para korban segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini korban dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu.
Menurut Antonius, kondisi di lokasi kejadian mulai berangsur kondusif. Tim BKSDA bersama pemerintahan nagari dan warga terus melakukan pencarian. Mereka menyisir area yang diduga menjadi jalur pergerakan beruang.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya