Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina NRE dan Medco Jajaki Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Kompas.com, 11 Februari 2026, 13:28 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan proyek energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya biodiesel berbasis High Acid Crude Palm Oil (HACPO) dan bioetanol.

Penandatanganan MoU dilakukan pada 27 Januari 2026 di Jakarta oleh PTH Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Norman Ginting dan Direktur PT Medco Intidinamika Aradea Z. Arifin.

Kerja sama ini mencakup studi dan kajian kelayakan dari aspek teknis, ekonomi, pasar, hingga lingkungan. Selain itu, kedua pihak juga akan melakukan diskusi strategis terkait pemanfaatan fasilitas yang dimiliki masing-masing perusahaan.

Baca juga: Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Gandeng Perusahaan China

MoU tersebut juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan biofuel, termasuk biodiesel berbasis HACPO, Used Cooking Oil (UCO), dan Palm Oil Mill Effluent (POME).

Selain itu, terdapat rencana reaktivasi pabrik bioetanol di Lampung milik PT Medco Ethanol Lampung (MEL).

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem bioenergi nasional.

“Pengembangan biodiesel berbasis HACPO dan bioetanol tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya biofuel yang ada di Indonesia,” ujar John dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Dalam penjajakan ini, kedua perusahaan juga menggali potensi teknologi bioenergi global, termasuk melalui Envien Group, perusahaan bioenergi internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan biodiesel dan bioetanol di berbagai negara.

Baca juga: Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro berharap sinergi tersebut dapat membangun kemitraan jangka panjang yang mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat bauran energi bersih nasional serta mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau