Penulis
KOMPAS.com - Dua badan harimau beku ditemukan di dalam freezer di basement (ruang bawah tanah) milik seorang laki-laki (52) berinisial HDD di Vietnam.
Menurut keterangan polisi di Provinsi Thanh Hoa, wilayah selatan ibu kota Hanoi, total berat kedua satwa itu sekitar 400 kilogram, dilansir dari AFP, Minggu (15/2/2026).
Baca juga:
Dua laki-laki telah ditangkap terkait kepemilikan dan transaksi harimau tersebut. Polisi menyampaikan, HDD mengaku membeli dua harimau itu seharga dua miliar dong (sekitar Rp 1,2 miliar). HDD juga menyebut nama penjual berinisial NDS (31).
Kedua laki-laki itu telah ditangkap pada awal pekan ini. Menurut polisi, penangkapan dilakukan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait perdagangan ilegal satwa yang terancam punah.
Baca juga:
Dua harimau dewasa seberat 400 kilogram ditemukan dalam kondisi beku di Vietnam. Polisi menangkap dua pria terkait transaksi ilegal.Sebagai informasi, Vietnam dikenal sebagai pusat konsumsi sekaligus jalur perdagangan populer untuk produk hewan ilegal.
Produk tersebut termasuk tulang harimau yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional.
Menurut pernyataan polisi, HDD juga memiliki peralatan untuk memproduksi lem tulang harimau.
Lem tersebut berupa zat lengket yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit tulang dan gangguan rangka.
Praktik ini menjadi perhatian serius karena harimau termasuk satwa yang dilindungi dan populasinya terus menurun.
Harimau dulunya hidup bebas di hutan Vietnam. Namun, saat ini, satwa tersebut hampir sepenuhnya menghilang dari alam liar negara itu.
Dilansir dari Vietnamplus, hanya ada sekitar lima ekor harimau liar di hutan di Vietnam. Jumlah tersebut adalah perkiraan yang diproyeksikan oleh World Wildlife Fund (WWF) berdasarkan perkiraan International Union for Conservation of Nature (IUCN) per tahun 2015.
Sebab, sejak tahun 2009, Vietnam tidak mencatat adanya harimau di alam liar atau melakukan survei nasional terhadap hewan tersebut.
Polisi Vietnam kini mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringan perdagangan yang lebih luas. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan pelaku lain yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya