Beberapa perusahaan dan lembaga sudah menggunakan teknologi makanan dan nutrisi yang dirancang dengan AI.
Perusahaan teknologi pangan Brightseed, misalnya, menggunakan platform AI-nya "Forager" untuk menganalisis lebih dari 700.000 senyawa guna menemukan bahan bioaktif bermanfaat dalam kulit biji rami yang mendukung kesehatan usus.
Sementara itu, Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat meluncurkan studi Nutrisi untuk Kesehatan Presisi yang melibatkan lebih dari 10.000 peserta untuk mengembangkan algoritma yang memprediksi bagaimana individu merespons berbagai diet.
Perusahaan teknologi juga memasuki bidang ini. Aplikasi Food Plus milik Samsung dapat mengenali lebih dari 40.000 bahan makanan dan menghasilkan resep yang dipersonalisasi untuk pengguna di lebih dari 100 negara.
Terlepas dari potensinya, penggunaan AI dalam bidang pangan juga menimbulkan pertanyaan etika dan regulasi yang penting.
Organisasi kesehatan global telah menyoroti perlunya kerangka kerja tata kelola yang jelas untuk mencegah bias dalam algoritma terkait kesehatan dan memastikan transparansi dalam keputusan yang didorong oleh AI.
Para ahli juga menekankan pentingnya kumpulan data yang beragam dan model AI yang dapat dijelaskan untuk menjaga kepercayaan publik.
Banyak sistem masih dalam tahap penelitian awal, yang berarti validasi lebih lanjut diperlukan sebelum adopsi secara luas.
Para ahli percaya bahwa inovasi pangan berkelanjutan yang didukung oleh AI dapat mengubah cara makanan diproduksi dan dikonsumsi.
Dengan menggabungkan ilmu pangan, analisis data, dan riset gizi, AI berpotensi mempercepat pembuatan makanan yang lebih sehat sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
Jika didukung oleh aturan yang bertanggung jawab dan data yang kuat, makanan rancangan AI dapat memainkan peran penting dalam membangun sistem pangan dunia yang lebih tangguh.
Baca juga:
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya