Temuan dari studi tersebut menunjukkan bahwa ketika kadmium dan nanoplastik ini ada secara bersamaan dalam air, interaksi antara keduanya membuat kontaminan tersebut lebih berbahaya bagi tumbuhan.
Bahkan, berpotensi juga bagi hewan dan manusia yang mengonsumsinya sehingga perlu memahami bagaimana mikroplastik dan nanoplastik dapat memengaruhi pergerakan kontaminan dalam tumbuhan.
Studi tersebut menunjukkan bahwa kadar kadmium yang menjadi dasar penerapan strategi remediasi sebaiknya diturunkan. Strategi untuk mengurangi kadar kadmium dalam tanaman telah lama dieksplorasi.
Namun, Ma berharap studi ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana mikro- dan nanoplastik berinteraksi dengan kontaminan lain dalam sistem pertanian.
Ma berencana untuk memetakan kontaminasi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan mengintegrasikan data survei tanah untuk mulai menguji apakah temuan laboratorium ini muncul dalam aplikasi dunia nyata yang lebih kompleks.
Ma bersama mahasiswa doktoral Michael Bryant dan Cory Klemashevich dari fasilitas Integrated Metabolomics Analysis Core berfokus meneliti kadmium, logam berat alami yang sering ditemukan di tanah.
Baca juga:
Ilustrasi selada, salah satu sayuran penurun darah tinggi yang cocok untuk pasien hipertensi.Kadmium termasuk di antara logam berat yang paling beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan. Kontaminan ini dapat masuk ke sistem pertanian melalui sumber air, beberapa pupuk, dan bahkan bahan pipa ledeng.
Sementara itu, nanoplastik merupakan partikel polimer sintetis berukuran sangat kecil, di bawah 1.000 nanometer.
Seiring dengan semakin meluasnya mikroplastik dan nanoplastik, para ilmuwan berupaya memahami bagaimana kontaminan tersebut dapat berinteraksi dengan polutan yang sudah ada dalam sistem pertanian.
Para peneliti berupaya memahami bagaimana kontaminan baru berperilaku pada tanaman. Studi terbaru ini memberikan wawasan tentang bagaimana selada merespons gabungan tekanan lingkungan.
Apalagi, sayuran berdaun, seperti selada, mudah ditemukan di toko bahan makanan dan sering dianggap sebagai pilihan makanan sehat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya