KOMPAS.com - Mikroplastik yang menumpuk bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia, tepatnya dengan mengganggu fungsi sel makrofag yang memakan mikroba dan sel-sel mati, menurut studi terbaru terhadap tikus dan cawan petri.
Setelah menelannya, makrofag memecahnya menjadi gula, asam amino, dan lemak yang dapat didaur ulang oleh sel.
Baca juga:
Penumpukan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter itu menyebabkan makrofag tidak mampu memecahnya.
Kendati demikian, dampak penumpukan mikroplastik terhadap tubuh manusia masih belum jelas. Para peneliti juga belum membuktikan bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit.
"Itu agak menakutkan karena artinya kita sebenarnya belum mengembangkan respons terhadapnya. Jadi, ada kemungkinan sel-sel menimbun semakin banyak mikroplastik sepanjang hidup seseorang," kata ahli imunologi di Memorial Sloan Kettering Cancer Center sekaligus penulis senior studi, Justin Perry, dilansir dari LiveScience, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga:
Mikroplastik bisa mengganggu kekebalan tubuh, menurut penelitian yang dilakukan pada tikus dan cawan petri.Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Immunity itu berfokus pada polistirena, plastik umum yang dipakai dalam wadah makanan dan terurai menjadi partikel mikroplastik.
Menurut Perry, penumpukan mikroplastik di dalam tubuh telah dikaitkan dengan menebalnya plak di dinding bagian dalam arteri (aterosklerosis), arteri menyempit dan kaku (neurodegenerasi), serta kanker.
Para peneliti juga memasukkan mikroplastik ke dalam saluran pernapasan tikus, kemudian memeriksa paru-parunya untuk divisualisasikan dengan mikroskop.
Mereka menemukan bahwa sel-sel yang menyerap partikel tersebut kesulitan untuk menelan dan menghancurkan materi sel mati atau mikroba menular, seperti bakteri atau jamur.
Untuk menentukan apakah mikroplastik dapat mencegah makrofag melawan infeksi, para peneliti memberikan jamur Aspergillus fumigatus, yang menyebabkan infeksi pernapasan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, ke paru-paru tikus.
Mereka menemukan bahwa tikus yang diberi mikroplastik kesulitan membersihkan infeksi dan mengalami penyakit yang lebih parah.
"Apakah hal ini menyebabkan peningkatan angka infeksi pada manusia masih belum diketahui. Saat ini, belum ada bukti kesehatan masyarakat yang jelas yang secara langsung menghubungkan paparan mikroplastik dengan peningkatan infeksi pada manusia," tutur Eliseo Castillo, yang meneliti bagaimana mikroplastik memengaruhi kesehatan di Universitas Meksiko dan tidak terlibat dalam studi ini.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya