Perusahaan yang kesulitan mengelola dan mengoordinasikan tim merasakan pengalaman negatif dalam menerapkan remote working.
Temuan dari studi mengungkapkan, sekitar 57 persen responden mengidentifikasi kekompakan dan kolaborasi tim sebagai tantangan manajemen utama mereka.
Lebih dari separuh responden melaporkan tantangan dalam aktivitas inovasi tahap awal, seperti pembangkitan ide dan interaksi tatap muka.
Dari total responden yang menghentikan praktik remote working, sekitar 65 persen di antaranya melaporkan dampak negatif terhadap produktivitas bisa lebih dari dua kali lipat.
Mereka yang menghentikan praktik ini juga menyebut kolaborasi, pemantauan kinerja, dan mempertahankan budaya perusahaan sebagai tantangan terberatnya.
Sebaliknya, perusahaan yang mempertahankan dan memperluas remote working disebut jauh lebih mungkin melaporkan hasil netral atau positif dalam hal produktivitas, perekrutan, dan inovasi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya