Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panas Ekstrem Bisa Ganggu Aktivitas Sehari-hari Manusia

Kompas.com, 26 Maret 2026, 15:19 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Perubahan iklim sejak tahun 1950-an telah mengubah hidup manusia. Waktu yang harus dihabiskan manusia dalam kondisi panas ekstrem bisa berlipat ganda, bahkan bisa membuat aktivitas sehari-hari tidak aman dilakukan.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Research: Health, peneliti tidak hanya melihat seberapa panas suhu udara.

Baca juga:

"Pertanyaan yang diajukan kali ini berbeda: Apa yang dapat dilakukan tubuh manusia dengan aman dalam cuaca panas seperti itu?” kata salah satu penulis, sekaligus profesor School of Sustainability di Arizona State University, Amerika Serikat, Jennifer Vanos, dilansir dari Phys.org, Kamis (26/3/2026).

Pada akhirnya, jika pemanasan global tidak dihentikan dan langkah-langkah adaptasi tidak diterapkan secara lebih luas, batasan seberapa layak bumi untuk dihuni hanya akan semakin meluas.

Hal itu terjadi terutama seiring dengan bertambah tuanya populasi di dunia, dikutip dari IOP Science

Panas ekstrem batasi aktivitas sehari-hari manusia

Dampak berbeda tidak generasi

Panas ekstrem sudah berlipat ganda sejak tahun 1950-an. Akibatnya, aktivitas fisik sehari-hari manusia bisa terganggu.Dok. Freepik/lifeforstock Panas ekstrem sudah berlipat ganda sejak tahun 1950-an. Akibatnya, aktivitas fisik sehari-hari manusia bisa terganggu.

Lantas, panas seperti apa yang dianggap berbahaya? Menurut peneliti, "batas kelayakan hidup yang parah" merupakan kondisi suhu dan kelembapan yang sangat tinggi.

Saking tingginya, manusia bahkan tidak bisa menyapu lantai di tempat teduh dengan aman. Bila memaksakan diri, suhu inti tubuh bisa naik tanpa kendali.

"Pada jam-jam terpanas sepanjang tahun, beberapa lokasi telah mengalami kondisi yang ‘tidak layak huni’ (yaitu ketika tidak ada aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengimbangi beban panas lingkungan)," tulis para peneliti.

Studi ini menggunakan data suhu dan kelembapan per jam dari tahun 1950 hingga 2024. Mereka menggabungkan data tersebut dengan jumlah populasi global.

Hasilnya, wilayah tropis dan subtropis mengalami dampak paling buruk. Penduduk lanjut usia (lansia) bisa kehilangan waktu beraktivitas hingga sepertiga tahun akibat panas.

Panas ekstrem tidak menyerang semua manusia dengan cara yang sama, tapi semua kelompok usia tetap mengalami peningkatan risiko. Berikut selengkapnya:

  • Orang dewasa muda (18-40 tahun): Kelompok ini menghadapi jam pembatasan panas dua kali lebih banyak dibanding tahun 1950-an.
  • Lansia (65 tahun ke atas): Kelompok ini mengalami kenaikan jam pembatasan sebesar 50 persen. Tubuh lansia lebih sulit mengatur suhu panas secara alami.

Secara global, anak muda terpapar sekitar 25 jam panas ekstrem per tahun pada periode 1950-1979. Angka itu melonjak menjadi 50 jam pada periode 1995-2024.

Bagi lansia, situasinya lebih parah lagi. Paparan panas naik dari 600 jam menjadi 900 jam per tahun.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau