Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Air Purifier Disebut Bantu Serap Mikroplastik di Dalam Ruangan

Kompas.com, 27 Maret 2026, 14:18 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Air purifier, atau pembersih udara, yang dilengkapi High-Efficiency Particulate Air (HEPA atau HyperHEPA) disebut bisa menangkap mikroplastik di dalam ruangan.

Mikroplastik adalah potongan-potongan kecil plastik yang biasanya berukuran kurang dari lima milimeter.

Baca juga: 

Menurut IQAir, kinerja penyaringan bergantung pada aliran udara serta media penyaringan untuk menyaring partikel mikroplastik, yang salah satunya berasal dari serat pakaian.

"Pembersih udara mengurangi mikroplastik di udara dengan cara yang sama seperti mengurangi partikel lain, dengan menarik udara ruangan melalui filter padat yang secara fisik menjebak partikel. Pendekatan yang paling efektif untuk ruangan yang ditempati adalah penyaringan mekanis, bukan ozon atau bahan kimia reaktif," kata IQAir dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Air purifier bisa menangkap mikroplastik dalam ruangan

Penyaringan bisa lebih baik ketika dioperasikan konsisten

Air purifier dengan filtrasi tertentu dapat membantu menyerap mikroplastik di udara dalam ruangan, menurut IQAir.freepik Air purifier dengan filtrasi tertentu dapat membantu menyerap mikroplastik di udara dalam ruangan, menurut IQAir.

Filter HEPA atau HyperHEPA dirancang menangkap partikel halus. Maka dari itu, mikroplastik di udara yang sering kali berupa serat dan fragmen dapat ditangkap oleh filter dengan efisiensi tinggi.

IQAir menyebut, mikroplastik dapat terus terlepas di dalam ruangan sehingga penyaringan bekerja paling baik ketika pembersih beroperasi secara konsisten, terutama di kamar tidur dan ruang keluarga.

"Penyaringan udara dapat mengurangi apa yang mengambang di udara, tapi mikroplastik juga dapat mengendap di permukaan atau masuk ke dalam tubuh melalui jalur paparan lain seperti makanan dan air," ucap IQAir. 

Itulah mengapa, lanjut perusahaan pemantau kualitas udara tersebut, pendekatan yang paling efektif adalah pendekatan berlapis dengan mengurangi pembuangan di sumbernya, mencegah partikel menumpuk, dan menyaring apa yang tersisa di udara.

Kendati demikian, tidak semua pembersih udara sama. Model dengan filtrasi HyperHEPA bisa menangkap partikel sekecil 0,003-0,3 mikron. Filter standar mungkin tidak dapat menangkap mikroplastik terkecil.

Guna mengurangi paparan mikroplastik, masyarakat harus mengurangi sumber penghasil sampah, pilih serat alami untuk produk tekstil yang sering digunakan.

Selain itu, sedot debu secara teratur dan seka permukaan dengan kain lembap agar partikel mikroplastik tidak masuk kembali ke sistem pernapasan.

Terakhir, buatkan ventilasi udara di ruangan untuk mengencerkan penumpukan partikel plastik.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Pemerintah
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Pemerintah
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Pemerintah
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
BUMN
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Pemerintah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya  Ada yang Salah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya Ada yang Salah
Pemerintah
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
BUMN
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
BrandzView
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Pemerintah
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Pemerintah
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
Swasta
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
LSM/Figur
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin 'Sapu Teknologi'
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin "Sapu Teknologi"
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau