KOMPAS.com - Air purifier, atau pembersih udara, yang dilengkapi High-Efficiency Particulate Air (HEPA atau HyperHEPA) disebut bisa menangkap mikroplastik di dalam ruangan.
Mikroplastik adalah potongan-potongan kecil plastik yang biasanya berukuran kurang dari lima milimeter.
Baca juga:
Menurut IQAir, kinerja penyaringan bergantung pada aliran udara serta media penyaringan untuk menyaring partikel mikroplastik, yang salah satunya berasal dari serat pakaian.
"Pembersih udara mengurangi mikroplastik di udara dengan cara yang sama seperti mengurangi partikel lain, dengan menarik udara ruangan melalui filter padat yang secara fisik menjebak partikel. Pendekatan yang paling efektif untuk ruangan yang ditempati adalah penyaringan mekanis, bukan ozon atau bahan kimia reaktif," kata IQAir dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Air purifier dengan filtrasi tertentu dapat membantu menyerap mikroplastik di udara dalam ruangan, menurut IQAir.Filter HEPA atau HyperHEPA dirancang menangkap partikel halus. Maka dari itu, mikroplastik di udara yang sering kali berupa serat dan fragmen dapat ditangkap oleh filter dengan efisiensi tinggi.
IQAir menyebut, mikroplastik dapat terus terlepas di dalam ruangan sehingga penyaringan bekerja paling baik ketika pembersih beroperasi secara konsisten, terutama di kamar tidur dan ruang keluarga.
"Penyaringan udara dapat mengurangi apa yang mengambang di udara, tapi mikroplastik juga dapat mengendap di permukaan atau masuk ke dalam tubuh melalui jalur paparan lain seperti makanan dan air," ucap IQAir.
Itulah mengapa, lanjut perusahaan pemantau kualitas udara tersebut, pendekatan yang paling efektif adalah pendekatan berlapis dengan mengurangi pembuangan di sumbernya, mencegah partikel menumpuk, dan menyaring apa yang tersisa di udara.
Kendati demikian, tidak semua pembersih udara sama. Model dengan filtrasi HyperHEPA bisa menangkap partikel sekecil 0,003-0,3 mikron. Filter standar mungkin tidak dapat menangkap mikroplastik terkecil.
Guna mengurangi paparan mikroplastik, masyarakat harus mengurangi sumber penghasil sampah, pilih serat alami untuk produk tekstil yang sering digunakan.
Selain itu, sedot debu secara teratur dan seka permukaan dengan kain lembap agar partikel mikroplastik tidak masuk kembali ke sistem pernapasan.
Terakhir, buatkan ventilasi udara di ruangan untuk mengencerkan penumpukan partikel plastik.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya