Penulis
KOMPAS.com - Seekor orangutan sumatera (Pongo abelii) bernama Pesek melahirkan anak ketujuh di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, Selasa (24/3/2026).
Pesek merupakan orangutan rehabilitan yang saat ini sudah hidup liar sepenuhnya. Ia pertama kali masuk pusat rehabilitasi tahun 1993 karena diserahkan oleh masyarakat dari Binjai, Sumatera Utara. Saat ini Pesek sudah berusia 38 tahun.
Baca juga:
"Kelahiran anak Pesek menambah populasi orang utan sumatera di Taman Nasional Gunung Leuser," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, dilansir dari Antara, Jumat (27/3/2026).
Proses kelahiran anak ketujuh Pesek terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasi persalinan berada di kawasan Jalur Trail 1 Kayu Putih. Petugas Resor Bukit Lawang adalah pihak pertama yang melaporkan kabar ini.
Hingga saat ini, jenis kelamin sang bayi belum diketahui pasti. Namun, pengecekkan awal menunjukkan, kondisi Pesek dan anaknya dalam keadaan sehat dan stabil.
Petugas akan terus memantau perkembangan mereka di habitat alaminya.
Rute trekking di Bukit Lawang, Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara. Orangutan sumatera bernama Pesek melahirkan anak ke-7 di usia 38 tahun di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Pesek memiliki riwayat kelahiran yang cukup panjang. Anak pertamanya bernama April yang lahir pada tahun 1997. Kemudian ada Hirim yang lahir pada 2001, tapi ia mati setahun kemudian.
Anak-anak Pesek lainnya adalah Alam dan Wati yang lahir pada 2004. Lalu ada Valentino yang lahir pada 2013, serta Pandemik yang lahir pada Februari 2020.
Bayi yang lahir pada 24 Maret 2026 ini merupakan anggota keluarga paling baru yang belum diberi nama.
Baca juga:
Subhan menyampaikan, bahwa kelahiran bayi orangutan adalah indikator penting.
"Kelahiran individu orang utan dari induk rehabilitan yang telah mampu beradaptasi dan berkembang biak di alam liar menjadi indikator penting keberhasilan upaya rehabilitasi satwa serta perlindungan habitat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser," ucap dia.
Sebagai informasi, kepadatan populasi orangutan di TN Gunung Leuser, khususnya di wilayah Suaq Belimbing, sekitar lima sampai 10 individu per 100 hektar.
Dilansir dari laman Balai Besar TN Gunung Leuser, sekitar seratus orangutan sumatera telah teridentifikasi di Suaq Belimbing.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya